Thailand–Kamboja Gelar Perundingan Militer Bahas Gencatan Senjata Perbatasan

Militer Thailand dan Kamboja menggelar perundingan pada Rabu (24/12/2025) guna membahas kelanjutan gencatan senjata menyusul konflik bersenjata yang telah berlangsung selama 16 hari di wilayah perbatasan kedua negara.

Tentara Thailand sedang latihan tembak.
Tentara Thailand sedang latihan tembak (dok : Tangkapan Layar).

DK-Bangkok: Militer Thailand dan Kamboja menggelar perundingan pada Rabu (24/12/2025) guna membahas kelanjutan gencatan senjata menyusul konflik bersenjata yang telah berlangsung selama 16 hari di wilayah perbatasan kedua negara.

Konflik tersebut telah menewaskan sedikitnya 86 orang dan memaksa ratusan ribu warga mengungsi dari daerah terdampak. Perundingan ini digelar dua hari setelah pertemuan khusus para menteri luar negeri ASEAN di Kuala Lumpur, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Pertemuan tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi Malaysia sebagai Ketua ASEAN, dengan dukungan Amerika Serikat. Kesepakatan gencatan senjata awal tercapai setelah bentrokan pecah pada Juli lalu.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand menyampaikan bahwa perundingan berlangsung dalam kerangka Komite Perbatasan Umum dan dijadwalkan berjalan selama tiga hari. Pertemuan dilaksanakan di salah satu pos perbatasan di wilayah selatan Thailand–Kamboja, sepanjang garis perbatasan sepanjang 817 kilometer.

Jika pertemuan ini membuahkan hasil positif, kedua negara berencana melanjutkan dialog pada tingkat menteri pertahanan pada 27 Desember mendatang. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh para jenderal dari kedua negara dan dinilai sebagai upaya paling signifikan sejak konflik kembali memanas.

Meski demikian, situasi di lapangan masih tergolong rawan. Thailand dan Kamboja saling menuding telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang diperkuat pada Oktober lalu. Kesepakatan tersebut mencakup penarikan pasukan, senjata berat, serta pembersihan ranjau di wilayah sengketa.

Bentrokan masih dilaporkan terjadi sejak awal Desember di sejumlah titik, mulai dari kawasan dekat Laos hingga wilayah pesisir Teluk Thailand. Di Kamboja, sedikitnya 21 warga sipil dilaporkan tewas dan lebih dari 500 ribu orang mengungsi. Sementara di Thailand, korban jiwa mencapai sedikitnya 65 orang dengan lebih dari 150 ribu warga dievakuasi.

Perundingan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju stabilitas kawasan serta membuka jalan bagi penyelesaian damai konflik perbatasan yang telah berlangsung lama.