PBB Sebut Israel Masih Batasi Bantuan ke Gaza Meski Gencatan Senjata Sudah Sebulan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa Israel masih memberlakukan pembatasan terhadap masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, meskipun gencatan senjata telah berlangsung selama satu bulan terakhir.

Truk berisi bantuan untuk warga Gaza, Palestina.
Truk berisi bantuan untuk warga Gaza, Palestina. (dok : Tangkapan layar).

DK-Jenewa — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa Israel masih memberlakukan pembatasan terhadap masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, meskipun gencatan senjata telah berlangsung selama satu bulan terakhir.

Menurut laporan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), upaya penyaluran bantuan ke Gaza masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari hambatan birokrasi, larangan terhadap mitra kemanusiaan, hingga terbatasnya akses perlintasan perbatasan, demikian dilansir dari Anadolu, Selasa (11/11/2025).

Bantuan Masih Terhambat

Juru bicara PBB, Farhan Haq, menjelaskan bahwa peningkatan volume bantuan masih sangat terbatas akibat situasi keamanan yang belum stabil di wilayah Gaza.

“Israel hanya memfasilitasi dua dari delapan upaya bantuan secara penuh, sementara empat misi lainnya terhambat di lapangan. Di beberapa wilayah, tim kami masih harus berkoordinasi terlebih dahulu untuk setiap pergerakan dengan otoritas Israel,” ujarnya.

Salah satu misi bahkan tertunda hingga sepuluh jam sebelum akhirnya mendapat izin untuk bergerak. Meskipun demikian, Haq memastikan bahwa PBB dan mitra kemanusiaan tetap berupaya memperluas jangkauan operasi di tengah tantangan logistik dan politik yang berat.

PBB Desak Israel Buka Jalur Bantuan

PBB telah berulang kali meminta Israel membuka lebih banyak jalur distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza. Namun, hingga kini permintaan tersebut belum mendapat tanggapan positif.

“Tidak ada alasan kuat untuk menutup perlintasan. Gencatan senjata seharusnya menjadi kesempatan mempercepat bantuan kemanusiaan,” tegas Haq.

Ia menambahkan bahwa keterlambatan distribusi bantuan menyebabkan penderitaan warga Gaza semakin memburuk. Ribuan keluarga dilaporkan masih kekurangan makanan, air bersih, serta obat-obatan.

Krisis Kemanusiaan di Ambang Parah

Kondisi fasilitas kesehatan juga terus menurun akibat minimnya pasokan medis. PBB memperingatkan bahwa situasi di Gaza dapat berkembang menjadi krisis kemanusiaan yang lebih besar jika tidak segera diatasi.

“Rumah sakit di Gaza kini beroperasi di bawah kapasitas minimum. Tanpa suplai medis dan energi yang memadai, ribuan nyawa bisa terancam,” tambahnya.