DK – Sulawesi Tenggara – Di tengah kenaikan harga konsentrat yang kembali menambah beban biaya produksi peternak ayam petelur, program penyaluran jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mulai memberikan manfaat nyata bagi peternak di Sulawesi Tenggara. Selain membantu menekan biaya pakan, program ini juga memberikan kepastian ketersediaan jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak.
Ketua PINSAR Wilayah Sulawesi Tenggara, Harry S. Adi Wibowo, mengatakan bahwa jagung merupakan komponen terbesar dalam formulasi pakan ayam petelur. Oleh karena itu, ketersediaan jagung yang berkualitas menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas dan keberlangsungan usaha peternak.
“Di tengah kenaikan harga konsentrat, keberadaan jagung SPHP menjadi salah satu penyangga bagi peternak. Program ini bukan hanya membantu dari sisi biaya pakan, tetapi juga memberikan kepastian pasokan jagung yang sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan produksi,” ujarnya.
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh Mahfud, peternak ayam petelur asal Andolo, Kabupaten Konawe Selatan, yang memelihara sekitar 8.000 ekor ayam petelur. Mahfud merupakan alumni Program Studi Peternakan Universitas Halu Oleo (UHO) sekaligus salah satu penerima manfaat program jagung SPHP.
“Program jagung SPHP ini memang baru pertama kali kami rasakan di Sulawesi Tenggara, tetapi manfaatnya sudah sangat terasa bagi kami para peternak. Salah satu manfaat terbesar adalah tersedianya jagung pakan yang berkualitas di kandang. Sebelumnya kami hanya mengandalkan pasokan jagung dari petani, sementara musim panennya tidak menentu. Kadang pasokan melimpah, tetapi di waktu lain justru sangat sulit diperoleh,” ujar Mahfud kepada media Datakepri.com, Selasa (04/08/2026)
Menurutnya, kehadiran jagung SPHP membuat peternak lebih tenang dalam menjalankan usaha karena pasokan jagung menjadi lebih terjamin, terutama ketika harga bahan baku pakan lainnya mengalami kenaikan.
“Dengan adanya jagung SPHP, kami merasa lebih terbantu karena ketersediaan jagung pakan menjadi lebih terjamin. Hal ini memberikan ketenangan bagi peternak dalam menjalankan usaha, terutama di tengah meningkatnya biaya produksi,” lanjutnya.
Mahfud juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, Perum Bulog, serta PINSAR Sulawesi Tenggara beserta seluruh pengurusnya yang telah mengawal dan memperjuangkan program jagung SPHP.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, Perum Bulog, serta PINSAR Sulawesi Tenggara beserta seluruh pengurusnya yang telah mengawal dan memperjuangkan program jagung SPHP sehingga manfaatnya dapat kami rasakan. Sinergi seperti ini sangat kami harapkan terus berlanjut demi mendukung keberlangsungan usaha peternak di Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.
Meski telah memberikan manfaat yang nyata, Mahfud berharap program jagung SPHP dapat terus dilanjutkan dan diperkuat. Menurutnya, kebutuhan jagung pakan akan terus meningkat seiring berkembangnya industri peternakan ayam petelur di Sulawesi Tenggara.
“Harapan kami, program jagung SPHP dapat terus berlanjut sehingga peternak tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan jagung, terutama pada saat belum memasuki musim panen. Seiring berkembangnya jumlah peternak di Sulawesi Tenggara, kebutuhan jagung pakan tentu akan semakin besar. Karena itu, kami berharap ketersediaan stok jagung pakan di Bulog dapat terus dijaga, bahkan ditingkatkan, agar semakin banyak peternak yang dapat merasakan manfaat program ini,” tutupnya.
PINSAR Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan peternak, termasuk mengawal keberlanjutan program jagung SPHP agar semakin tepat sasaran dan mampu mendukung ketahanan usaha peternakan di Sulawesi Tenggara.












