Erdogan Desak Perundingan Damai Ukraina Tetap Dilanjutkan

Presiden Recep Tayyip Erdogan mendesak agar perundingan damai untuk mengakhiri perang di Ukraina tetap dilanjutkan.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.(dok : Tangkapan Layar).

DK-Ankara – Presiden Recep Tayyip Erdogan mendesak agar perundingan damai untuk mengakhiri perang di Ukraina tetap dilanjutkan. Ia menegaskan upaya tersebut tidak boleh terhenti meskipun ketegangan global meningkat akibat konflik lain di kawasan Timur Tengah.

Seruan tersebut disampaikan Erdogan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melalui percakapan telepon pada Selasa (10/3/2026). Dalam pembicaraan itu, Erdogan menekankan meningkatnya kampanye militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran tidak boleh menghambat proses perdamaian di Ukraina.

Menurut Erdogan, konflik yang melibatkan Iran seharusnya tidak mengganggu upaya pencarian solusi damai bagi perang antara Ukraina dan Rusia.

Ia menyerukan agar perundingan damai segera dilanjutkan tanpa penundaan.

Turki Siap Dukung Diplomasi

Turki juga menyatakan kesiapannya mendukung berbagai langkah diplomatik yang bertujuan mengakhiri konflik antara Kyiv dan Moskow. Erdogan turut mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang dapat melindungi infrastruktur energi serta fasilitas pelabuhan.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk membangun kepercayaan antara kedua pihak sekaligus memperkuat stabilitas kawasan yang lebih luas.

Erdogan juga menegaskan bahwa keamanan maritim di Laut Hitam tetap menjadi prioritas penting bagi Turki.

Turki Tawarkan Jadi Tuan Rumah Perundingan

Sementara itu, Zelenskyy mengonfirmasi percakapan telepon tersebut melalui media sosial. Ia mengatakan Erdogan menawarkan Turki sebagai tuan rumah putaran berikutnya dari perundingan trilateral.

Perundingan tersebut direncanakan melibatkan Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia. Pemerintah di Kyiv menyatakan menyambut baik usulan tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong tercapainya perdamaian.