DK-BATAM-Persoalan sampah kembali menjadi sorotan di Kota Batam. Komisi III DPRD Kota Batam menilai pengelolaan sampah oleh pemerintah daerah belum berjalan optimal, ditandai masih maraknya tempat pembuangan sampah (TPS) liar di sejumlah titik kota.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Arlon Veristo, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam bertindak lebih serius, terutama dalam memperketat pengawasan di lapangan. Ia menyoroti kinerja petugas pengawas lapangan yang dinilai belum maksimal mencegah munculnya TPS liar.
“Sekarang kan sudah ada pengawas lapangan. Mereka harus aktif dan tegas menjalankan fungsi pengawasan sesuai tugasnya,” kata Arlon, Selasa, (2/6).
Menurut dia, titik-titik TPS liar sebenarnya bukan persoalan baru karena lokasinya cenderung tetap dan berulang. Karena itu, pengawasan seharusnya dapat dilakukan secara lebih terarah agar masyarakat tidak lagi membuang sampah di lokasi yang tidak semestinya.
“Lokasi TPS liar itu selalu muncul di titik tertentu. Artinya, titik itu harus benar-benar diawasi supaya warga tidak membuang sampah sembarangan,” ujar politikus tersebut.
Arlon bahkan meminta DLH tidak ragu mengevaluasi petugas yang dianggap tidak mampu menjalankan tugas pengawasan. “Kalau pengawas lapangan tidak bisa bekerja, lebih bagus diganti. Bila perlu dipecat saja,” katanya.
Selain menyoroti keberadaan TPS liar, Komisi III juga mengkritik sistem pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur yang masih mengandalkan metode timbun tanam atau landfill. Menurut Arlon, pola tersebut bukan lagi solusi jangka panjang bagi Batam yang volume sampahnya terus meningkat setiap tahun.
“Sampah di TPA itu harus dicarikan solusi. Jangan lagi hanya timbun tanam. Harus dipikirkan bagaimana sampah yang terkumpul bisa diurai atau diolah,” kata dia.
Ia mengingatkan, tahun anggaran 2026 telah berjalan hampir lima bulan dan anggaran pengelolaan sampah juga sudah disahkan. Namun, hingga kini persoalan sampah dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, mengatakan pihaknya tengah mematangkan sejumlah program untuk mengatasi persoalan sampah di Batam.
Salah satu program yang sedang disiapkan ialah sistem pengangkutan sampah berbasis swakelola dengan melibatkan pihak ketiga, khususnya di kawasan bisnis dan perumahan.
“Kami sedang mematangkan program pengangkutan sampah dengan melibatkan pihak ketiga,” kata Dohar.
DLH juga tengah melakukan sosialisasi pembangunan TPS resmi di setiap kawasan perumahan guna mengurangi praktik pembuangan sampah sembarangan.
Di sisi lain, Dohar mengakui keterbatasan armada pengangkut sampah masih menjadi kendala utama pelayanan kebersihan di Batam. Menurut dia, penambahan armada saat ini masih dalam proses pengadaan.
“Kota Batam memang masih kekurangan armada, tetapi saat ini sedang dalam proses tender,” ujarnya.
Adapun untuk penanganan TPS liar, DLH telah menyiapkan armada khusus yang setiap hari membersihkan titik-titik pembuangan ilegal. Beberapa lokasi yang disebut masih menjadi perhatian di antaranya kawasan Sei Panas dan depan Graha Kepri di Batam Centre.
“Setiap pagi titik itu dibersihkan karena masih ada warga yang membuang sampah di sana,” kata Dohar.
Ia pun meminta masyarakat ikut mendukung upaya pemerintah dengan membuang sampah di TPS resmi dan mengikuti jadwal pengangkutan sampah dari lingkungan masing-masing.
“Saat ini memang masih ada beberapa kompleks yang pengangkutan sampahnya tertunda. Namun kami terus berupaya menormalkan pelayanan pengangkutan sampah,” ujar Dohar.














