Ketua Asosiasi Futsal Provinsi Kepri saat membuka saat membuka Garuda Yaksa Kepri Cup
DK-BATAM – Turnamen Futsal Garuda Yaksa Kepri Cup 2026 tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) se-Kepulauan Riau resmi bergulir. Kompetisi yang mempertemukan puluhan tim futsal pelajar tersebut dibuka di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Kota Batam.
Turnamen ini menjadi salah satu ajang futsal pelajar terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. Sebanyak 32 tim dari jenjang SMA, SMK, dan MAN ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Dari jumlah itu, 31 tim merupakan perwakilan sekolah di Kota Batam, sementara satu tim lainnya berasal dari Kota Tanjungpinang.
Garuda Yaksa Kepri Cup 2026 diinisiasi Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kepulauan Riau dari Fraksi Partai Gerindra, Meireza Endipat Wijaya, dengan dukungan Ketua DPRD Provinsi Kepri, Iman Sutiawan.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang dinilainya dapat menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi sekaligus mengasah mental bertanding.
Menurutnya, kompetisi seperti ini penting dalam mendukung pembinaan atlet muda di Kepulauan Riau.
“Panggung ini adalah wadah bagi anak-anak kita untuk menunjukkan bakat dan kemampuan terbaik. Tunjukkan sportivitas, ukir prestasi untuk sekolah masing-masing, dan persiapkan diri menjadi wakil Kepri di tingkat nasional,” ujar Nyanyang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen tersebut. Apresiasi khusus diberikan kepada Ketua Panitia Pelaksana, Surya Atmaja, yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Tanjungpinang.
Surya dinilai memiliki peran penting dalam mempersiapkan dan memastikan pelaksanaan turnamen berjalan dengan baik.
Selain menjadi ajang kompetisi, Garuda Yaksa Kepri Cup 2026 juga menawarkan total hadiah yang cukup besar untuk kategori pelajar. Nilai hadiah yang diperebutkan mencapai Rp65 juta.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Asosiasi Futsal Kepri, Surya Atmaja, mengatakan turnamen tersebut dirancang dengan regulasi pertandingan yang mendekati standar kompetisi profesional.
Pada babak penyisihan hingga perempat final, pertandingan menggunakan format 2×20 menit waktu kotor. Sementara pada babak semifinal hingga final, pertandingan menggunakan sistem 2×20 menit waktu bersih.
“Ini event terbesar di Kepri untuk kategori pelajar dengan total hadiah Rp65 juta. Sistem pertandingannya dari penyisihan sampai delapan besar 2×20 menit kotor, dan semifinal hingga final 2×20 menit bersih. Ini pertama kalinya diterapkan untuk ajang pelajar di Kepri,” kata Surya yang juga anggota DPRD Kota Tanjungpinang.
Pemain-pemain yang dinilai memiliki kemampuan terbaik selama kompetisi akan dipantau untuk mengikuti proses seleksi dan pemusatan latihan atau Training Center (TC).
“Nantinya, para pemain terpilih diproyeksikan untuk memperkuat tim representasi Provinsi Kepulauan Riau pada ajang futsal tingkat nasional, termasuk Piala Presiden yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang,” ujar kader partai Gerindra ini.
Kata Surya, proses pemantauan bakat juga direncanakan berlanjut di Kota Tanjungpinang dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Wakil Gubernur Kepri.
“Dengan konsep kompetisi sekaligus pembinaan atlet, Garuda Yaksa Kepri Cup 2026 diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta muda yang dapat membawa nama baik Kepulauan Riau di level nasional,” ungkapnya.












