Matangkan Persiapan Porprov 2026, KONI Sawahlunto Wajibkan Cabor Setor Grafik Latihan

 

Ketua Jhon Reflita: Prestasi maksimal butuh kekompakan, disiplin, dan data saintifik

DK-Sawahlunto (Sumbar) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto tancap gas mempersiapkan kontingen menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Porprov dijadwalkan bergulir pada Oktober mendatang, dan KONI menargetkan prestasi maksimal untuk mengharumkan nama “Kota Arang” di tingkat provinsi.

Sebagai langkah konkret, KONI menggelar rapat evaluasi bersama pengurus inti seluruh cabang olahraga (cabor) di Sekretariat KONI Sawahlunto, Senin 27/04/2026.Dalam forum itu, setiap cabor diwajibkan memaparkan grafik data perkembangan pembinaan atlet selama satu bulan terakhir.

Laporan berbasis data ini mencakup progres latihan, capaian fisik, teknik, hingga kendala yang dihadapi di lapangan. Tujuannya memetakan kekuatan riil, mendeteksi atlet yang stagnan, dan merumuskan intervensi cepat sebelum masuk fase pemusatan latihan.

Kegiatan yang dihadiri Ketua KONI Kota Sawahlunto Jhon Reflita, pengurus harian KONI, ketua dan pelatih dari 20 lebih cabor binaan, serta tim Monitoring dan Evaluasi (Monev). Seluruh peserta sepakat menandatangani pakta integritas prestasi menuju Porprov Sumbar 2026.

Ketua KONI Kota Sawahlunto, Jhon Reflita, menegaskan target prestasi maksimal di Porprov hanya bisa dicapai dengan komitmen total dari semua elemen.

“Untuk meraih prestasi maksimal pada Porprov mendatang, kita sangat membutuhkan kekompakan, kedisiplinan, dan kerja sama yang solid dari seluruh elemen olahraga di Kota Sawahlunto. Tidak ada prestasi tanpa proses yang tertib,” ujar Jhon Reflita.

Jhon menyebut bakat atlet Sawahlunto tidak kalah dari daerah lain. Namun bakat saja tidak cukup. “Manajemen latihan harus tertib, program terukur, organisasi harmonis. Kalau pelatih, pengurus, dan atlet tidak satu komando, medali emas hanya jadi mimpi,” tegasnya.

Rapat koordinasi kali ini fokus pada disiplin dan data.Evaluasi berbasis grafik perkembangan menjadi terobosan KONI Sawahlunto agar program latihan berjalan secara saintifik dan terukur. Tim Monev KONI akan menjadikan data itu sebagai rapor bulanan.

“Dari grafik kita bisa lihat: atlet mana yang progresnya naik signifikan, mana yang butuh penanganan khusus, cabor mana yang latihannya jalan di tempat. Tidak bisa lagi pakai perasaan. Semua harus by data,” kata Jhon.

Selain aspek teknis, Jhon Reflita juga menyoroti mentalitas juara. Disiplin latihan, tepat waktu, menjaga kondisi, dan patuh program pelatih adalah harga mati. Ia meminta pengurus cabor tidak ragu mencoret atlet yang indisipliner meski punya skill.

Rapat koordinasi ini tentu nya diharapkan menyatukan visi seluruh cabor agar bergerak dalam satu komando. KONI Sawahlunto berkomitmen memberikan dukungan optimal, mulai dari sarana, suplemen, hingga _try out_. Namun, KONI juga menuntut profesionalitas dari pelatih dan pengurus dalam membina atlet.

“Kita ini bawa nama Kota Arang. Jangan main-main. Masyarakat menunggu kita pulang bawa medali,” ujar Jhon menutup arahan.

Dengan sisa waktu menuju *Oktober 2026*, intensitas persiapan dipastikan meningkat. Dalam waktu dekat, KONI akan menyusun jadwal _try out_ antardaerah dan pemusatan latihan kota yang lebih ketat. Cabor prioritas peraih medali di Porprov sebelumnya akan mendapat porsi pendampingan lebih besar.

Evaluasi berbasis grafik ini akan digelar rutin setiap bulan. Cabor yang progresnya melandai terancam evaluasi total, termasuk penggantian pelatih jika diperlukan.

Penulis: HermanEditor: Afriyanti