KBRI Australia Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Riset dengan Kampus Indonesia

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Australia memperkuat kerja sama dengan berbagai universitas di kedua negara dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi teknologi.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono saat diwawancarai usai menghadiri Acara Australia Update 2025 “Deepening Indonesia-Australia Cooperation Throught Education Sector” di Universitas Negeri Jakarta.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono saat diwawancarai usai menghadiri Acara Australia Update 2025 “Deepening Indonesia-Australia Cooperation Throught Education Sector” di Universitas Negeri Jakarta. (dok : Tangkapan Layar).

DK-Jakarta — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Australia memperkuat kerja sama dengan berbagai universitas di kedua negara dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi teknologi. Fokus utama kerja sama ini meliputi transisi energi, penyediaan air bersih, kesehatan, hingga hilirisasi industri.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, mengatakan kerja sama tersebut dilakukan melalui berbagai program pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang sains dan teknologi.

“Kita banyak membuat exchange program dan penelitian bersama. Misalnya, kita mempersiapkan SDM kita untuk lebih tahu dan menjadi pakar di bidang energy transition. Ini kita kerjakan bersama berbagai universitas, antara BRIN dan Universitas di Melbourne,”

ujar Siswo Pramono saat menghadiri acara Australia Update 2025: “Deepening Indonesia-Australia Cooperation Through Education Sector” di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (14/10/2025).

Kolaborasi Teknologi Air Bersih

Selain bidang energi, Siswo menjelaskan bahwa kerja sama juga dilakukan dalam penyediaan air bersih melalui proyek percontohan (pilot project) antara universitas di Indonesia dan Australia.
Proyek tersebut tidak hanya berfokus pada penelitian, tetapi juga penerapan teknologi yang langsung memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ada pilot project air bersih antara Universitas Diponegoro di Semarang dengan Australian National University (ANU) di Canberra. Mereka mengembangkan teknologi desalinasi of water, mengubah air laut menjadi air tawar yang bisa langsung diminum oleh masyarakat,”

ucapnya.

Siswo berharap kolaborasi lintas universitas itu dapat memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Australia, khususnya dalam menghadapi tantangan global di bidang energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan.

UNJ Dorong SDM Unggul dan Kurikulum Adaptif

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Komarudin menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tinggi harus ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu penguatan SDM, pengembangan infrastruktur, dan pembaruan kurikulum pendidikan.

“Strategi utamanya yakni penguatan SDM, terutama dosen dan tenaga pendidik yang ada di UNJ. Yang kedua adalah penguatan infrastruktur, dan yang ketiga adalah program atau kurikulumnya,”
ujar Komarudin.

Menurutnya, ketiga pilar tersebut akan mendorong perguruan tinggi menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Dengan tiga pilar ini, kami berharap proses pembelajaran akan benar-benar menghasilkan SDM yang unggul. Nantinya akan kami perkuat juga dengan jejaring kerja sama, baik di dalam maupun luar negeri,”
jelasnya.

Meningkatkan Daya Saing Global

Kolaborasi pendidikan dan riset Indonesia–Australia diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membuka peluang karier internasional bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia.
Program ini juga mendukung visi pemerintah dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.