DK-Kupang Pertamina Patra Niaga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membagikan barcode setelah memperoleh QR Code baru untuk pembelian BBM bersubsidi. Barcode tersebut bersifat pribadi dan hanya boleh digunakan oleh pemilik kendaraan yang telah terdaftar dalam program Subsidi Tepat.
Area Manager Comm Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan penyebaran barcode kepada pihak lain berpotensi memicu penyalahgunaan subsidi. Kondisi tersebut dinilai dapat merugikan masyarakat yang memang berhak menerima BBM subsidi.
Selain itu, Pertamina meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan barcode di lapangan. Laporan tersebut nantinya akan menjadi dasar pengecekan dan verifikasi lebih lanjut oleh pihak terkait.
Pertamina Tegaskan Sanksi bagi Penyalur yang Melanggar
Pertamina juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada lembaga penyalur yang terbukti melakukan pelanggaran distribusi BBM subsidi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran subsidi tetap tepat sasaran dan mencegah praktik penyalahgunaan di tingkat distribusi.
Lebih lanjut, masyarakat pengguna BBM subsidi diminta melakukan reset QR Code Subsidi Tepat secara berkala guna meningkatkan keamanan data dan mencegah penyalahgunaan kuota.
“Untuk meningkatkan keamanan data dan mencegah penyalahgunaan kuota BBM oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Maka, kami sarankan masyarakat melakukan reset QR Code subsidi tepat secara berkala,” ujar Ahad, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurut Ahad, penyalahgunaan barcode kerap terjadi pada kendaraan yang sudah berpindah kepemilikan. Nomor polisi kendaraan yang masih terhubung dengan QR Code lama berpotensi dimanfaatkan oleh pemilik sebelumnya maupun pihak lain.
Warga Kupang Keluhkan Kuota BBM Subsidi Cepat Habis
Untuk memudahkan proses reset QR Code, setiap SPBU telah menyediakan helpdesk Pertamina. Konsumen yang mengalami kendala diminta segera meminta bantuan petugas di lokasi atau menghubungi layanan resmi.
“Kalau ada kendala, bisa sampaikan ke kami. Atau Pertamina Contact Center di 135,” katanya.
Dalam beberapa hari terakhir, warga di Kupang mengeluhkan kesulitan memperoleh BBM subsidi di sejumlah SPBU karena kuota dinyatakan habis. Padahal, sebagian pemilik kendaraan mengaku belum melakukan pengisian BBM.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur telah membongkar kasus penyalahgunaan BBM subsidi. Salah satu modus yang ditemukan adalah penggunaan QR Code milik orang lain, dengan sekitar 40 orang berpotensi menjadi tersangka dalam kasus tersebut.














