https://dpk.kepriprov.go.id/

Pemkab Buton Tengah Siapkan Agen Distribusi Beras dan Minyak Goreng, Harga Ditarget Lebih Murah dari Pasaran

DK-Buton Tengah – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah mulai menyiapkan skema distribusi bahan pokok melalui pembentukan agen di setiap desa dan kelurahan. Kebijakan ini bertujuan menekan harga beras dan minyak goreng agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, mengatakan, pemerintah daerah telah mengumpulkan sejumlah warga yang akan dipersiapkan menjadi agen resmi penyalur bahan pokok bekerja sama dengan Bulog.

Menurutnya, sistem keagenan diperlukan karena Bulog tidak melayani penjualan secara eceran langsung ke masyarakat. Oleh karena itu, distribusi dilakukan melalui pihak ketiga yang telah memenuhi persyaratan sebagai mitra.

“Calon agen harus mengajukan permohonan dan menyatakan kesiapannya untuk mematuhi seluruh aturan dari Bulog. Setelah itu, mereka akan ditetapkan sebagai mitra resmi,” ujarnya kepada awak media, Selasa (14/04/2026)

Dalam skema tersebut, Pemkab Buton Tengah bersama Bulog juga telah menyepakati standar harga. Untuk beras, harga ditargetkan bisa ditekan hingga Rp60 ribu per karung, lebih rendah dibanding harga yang saat ini beredar di pasaran yang mencapai Rp65 ribu hingga Rp68 ribu.

Azhari menjelaskan, harga tersebut sudah mencakup biaya distribusi dari gudang Bulog hingga ke agen, termasuk biaya operasional seperti tenaga penjaga gudang. Ia menegaskan bahwa harga tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Selain beras, harga minyak goreng juga diatur dalam skema ini. Pemerintah menetapkan harga jual berkisar Rp17.500 hingga maksimal Rp18.000 per kemasan. Agen yang menjual di atas ketentuan tersebut akan dikenai sanksi tegas.

“Jika ada agen yang melanggar harga yang sudah disepakati, maka kerja samanya dengan Bulog akan langsung diputus,” tegasnya.

Jumlah agen yang dibentuk akan disesuaikan dengan jumlah penduduk di masing-masing wilayah. Untuk desa atau kelurahan dengan jumlah kepala keluarga yang besar, dimungkinkan terdapat tiga hingga empat agen. Sementara untuk wilayah dengan sekitar 100 kepala keluarga, cukup satu agen guna menghindari persaingan berlebihan.

Di sisi lain, Bulog telah menyiapkan stok beras sekitar 5 hingga 10 ton untuk mendukung program tersebut. Setiap agen nantinya dibatasi maksimal mengambil 300 karung beras serta 300 bungkus minyak goreng.

Bupati juga membuka peluang bagi agen yang sebelumnya telah bermitra dengan Bulog di luar daerah, seperti di Baubau dan Muna, untuk bergabung dalam skema distribusi di Buton Tengah. Namun, mereka tetap diwajibkan mengikuti ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Melalui kebijakan ini, Pemkab Buton Tengah berharap distribusi bahan pokok dapat lebih merata sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat masyarakat.

Penulis: AkbarEditor: Herman