PAD Buton Tengah 2025 Lampaui Target, Pariwisata dan Investasi Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

DK – Buton Tengah – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, mencatat capaian positif dalam pengelolaan keuangan daerah sepanjang tahun anggaran 2025. Di tengah berbagai tantangan dan masa transisi pemerintahan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buton Tengah justru mengalami peningkatan signifikan hingga melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Keberhasilan tersebut diungkap langsung oleh Bupati Buton Tengah, Azhari saat menghadiri rapat paripurna terkait penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Buton Tengah, Senin (6/4/2026).

Dalam forum resmi tersebut, Azhari memaparkan berbagai capaian pembangunan daerah, mulai dari peningkatan PAD, sektor investasi, ketahanan pangan, hingga realisasi anggaran daerah yang dinilai cukup baik dibandingkan target yang ditetapkan pemerintah daerah.

Menurutnya, berdasarkan laporan keuangan yang masuk, PAD Kabupaten Buton Tengah pada tahun 2025 berhasil mencapai Rp22,68 miliar atau sekitar 100,01 persen dari target yang direncanakan. Capaian tersebut disebut sebagai indikator positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatnya aktivitas sektor produktif masyarakat.

“PAD Buteng saat ini menunjukkan tren yang sangat positif dan bahkan berhasil melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah,” ujar Azhari dalam sambutannya di hadapan pimpinan dan anggota DPRD serta jajaran organisasi perangkat daerah.

Ia menjelaskan, peningkatan PAD tersebut tidak terlepas dari kontribusi besar sejumlah sektor unggulan daerah, terutama sektor pariwisata dan investasi. Kedua sektor tersebut dinilai menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buton Tengah sepanjang tahun 2025.

Azhari menyebut, sektor pariwisata mencatat realisasi pendapatan hingga mencapai 186,15 persen. Angka itu menunjukkan meningkatnya aktivitas wisata dan kunjungan masyarakat di sejumlah destinasi wisata yang ada di Buton Tengah.

Selain pariwisata, sektor investasi daerah juga mengalami peningkatan cukup tajam. Pemerintah daerah mencatat capaian investasi mencapai 222,22 persen dari target yang ditentukan sebelumnya.

“Dan kekuatan PAD Buteng saat ini masih ditopang oleh sektor pariwisata yang mencapai 186,15 persen serta investasi dalam daerah yang mencapai 222,22 persen,” ungkapnya.

Menurut Azhari, peningkatan di sektor investasi menunjukkan mulai tumbuhnya kepercayaan investor terhadap stabilitas daerah dan potensi ekonomi Kabupaten Buton Tengah. Ia menilai kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah di masa mendatang.

Tidak hanya sektor pariwisata dan investasi, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah juga mencatat capaian memuaskan pada sektor pangan dan pertanian. Stabilitas pangan daerah dinilai tetap terjaga, sementara produksi pertanian mampu mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Beberapa sektor lain seperti sektor pangan juga sangat memuaskan, karena stabilitas pangan dan produksi pertanian telah mencapai target 100 persen,” katanya.

Bupati Buton Tengah itu mengakui bahwa tahun 2025 merupakan periode yang cukup krusial bagi pemerintahannya. Selain menghadapi tantangan efisiensi anggaran dan dinamika pembangunan daerah, pemerintah juga dituntut menjaga stabilitas pelayanan publik agar tetap berjalan optimal.

Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah tetap berupaya maksimal untuk menjaga ritme pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Walaupun tahun 2025 adalah masa transisi yang krusial bagi kepemimpinan kami, namun kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memajukan daerah Buteng ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Dalam laporan yang dipaparkan di hadapan DPRD, realisasi APBD Kabupaten Buton Tengah tahun 2025 tercatat mencapai Rp839,08 miliar atau sekitar 98,80 persen dari total target anggaran daerah.

Sementara itu, realisasi belanja daerah berhasil terserap sebesar Rp802,33 miliar atau sekitar 88,44 persen dari total alokasi belanja yang tersedia. Anggaran tersebut difokuskan pada peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta program-program strategis yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Azhari mengatakan, penggunaan anggaran daerah pada tahun 2025 diarahkan untuk mendukung percepatan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Meski banyak mencatatkan capaian positif, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah tetap mengakui masih adanya sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dibenahi ke depan. Beberapa sektor yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius antara lain optimalisasi jaringan irigasi pertanian, penguatan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta pemerataan sarana dan prasarana kesehatan maupun pendidikan.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang masih terjadi dalam pelaksanaan pembangunan daerah.

“Kami tidak menutup mata terhadap hal-hal yang belum maksimal. Masukan dari DPRD sangat kami harapkan untuk menyempurnakan perencanaan berbasis kinerja, memperkuat kapasitas SDM, serta mendorong digitalisasi layanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi,” pungkasnya.

Penulis: Akbar Editor: Herman