DK – Buton Tengah – Anggota DPR RI, Ridwan Bae, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan peninjauan sekaligus silaturahmi bersama Pemerintah Kabupaten Buton Tengah.
Dalam sambutannya, Ridwan Bae memuji kepemimpinan Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, yang dinilainya aktif dan serius membangun daerah melalui perencanaan yang matang serta komunikasi intensif dengan pemerintah pusat.
“Saya ini hanya anggota DPR RI, bukan eksekutor. Tugas kami adalah mendorong aspirasi masyarakat agar bisa diperjuangkan di pusat,” ujar Ridwan Bae.
Ia mengatakan, Buton Tengah menjadi salah satu daerah prioritas perjuangannya di Sulawesi Tenggara karena memiliki kedekatan historis dan emosional dengan wilayah Pulau Muna.
“Kita ini satu daerah, satu kampung. Kita tinggal di satu daratan Pulau Muna, jadi kita semua bukan orang lain,” katanya.
Menurut Ridwan, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak bisa dilepaskan dari peran pemerintah daerah dalam menyusun usulan dan perencanaan melalui organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menegaskan, anggota DPR RI tidak dapat memperjuangkan program jika usulan dari daerah tidak masuk ke pemerintah pusat.
“Kalau usulan itu masuk, maka akan memudahkan kami memperjuangkannya di kementerian. Tapi kalau tidak ada usulan dari daerah, kami juga tidak bisa berbuat banyak,” jelasnya.
Ia bahkan menegaskan bahwa hampir seluruh proyek pembangunan yang masuk ke Buton Tengah merupakan hasil koordinasi dan dukungan pemerintah daerah bersama DPR RI.
“Perlu saya ingatkan, tidak ada paket yang dikerjakan tanpa dukungan Pak Bupati,” tegas Ridwan.
Dalam kesempatan itu, Ridwan Bae juga menyoroti gagasan transmigrasi maritim yang dicanangkan Bupati Buton Tengah. Menurutnya, program tersebut merupakan ide brilian yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi kelautan dan wilayah pesisir.
“Saya tertarik dengan konsep transmigrasi maritim ini. Ini ide yang sangat baik demi kemajuan Buton Tengah sesuai potensi daerahnya,” ungkapnya.
Ridwan mengaku akan segera membahas program tersebut bersama kementerian terkait dalam pembahasan anggaran tahun 2026 mendatang.
Tak hanya itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI tersebut juga memastikan akan memperjuangkan program Instruksi Jalan Daerah (IJD) untuk Kabupaten Buton Tengah. Ia mengungkapkan, Kementerian Pekerjaan Umum saat ini tengah menyiapkan anggaran sekitar Rp34 triliun untuk program IJD dan Inpres Irigasi di seluruh Indonesia.
“Diperkirakan sekitar Rp16 triliun untuk IJD. Kalau itu terealisasi, maka kebutuhan jalan yang disampaikan Pak Bupati insyaallah bisa kita perjuangkan,” katanya.
Ridwan juga mengaku kagum dengan perkembangan infrastruktur di Buton Tengah, khususnya jalan yang kini menjadi perhatian masyarakat dan ramai digunakan untuk aktivitas olahraga hingga pelaku UMKM.
“Alhamdulillah, jalan yang dibangun hari ini sudah bisa dinikmati masyarakat. Bahkan menjadi ruang aktivitas ekonomi masyarakat Buteng,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perjuangan Ridwan Bae dalam membantu pembangunan infrastruktur di daerahnya.
Menurut Azhari, pembangunan jalan yang saat ini dinikmati masyarakat tidak akan terwujud tanpa dukungan dari DPR RI, khususnya Ridwan Bae yang aktif memperjuangkan anggaran di pusat.
“Bagaimanapun juga, meskipun OPD kami telah membuat perencanaan sebagus apa pun, kalau tidak ada dukungan dari Pak Ridwan, jalan ini mungkin tidak terealisasi,” kata Azhari.
Ia menyebut, jalan yang kini ramai diperbincangkan masyarakat bahkan viral di media sosial itu merupakan hasil perjuangan bersama antara pemerintah daerah dan DPR RI.
Setelah proyek tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah kembali menyiapkan sejumlah usulan pembangunan jalan melalui skema IJD, salah satunya ruas jalan Mawasangka menuju perbatasan Kabupaten Muna yang hingga kini belum pernah tersentuh aspal.
Selain itu, Azhari juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah berupaya memperbaiki jalan provinsi yang masih mengalami kerusakan di sejumlah titik.
“Alhamdulillah, Pak Gubernur akan menyisihkan anggaran kurang lebih Rp6 miliar untuk pembangunan jalan provinsi tersebut. Mudah-mudahan bisa selesai tahun ini,” ujarnya.
Tak hanya mengandalkan bantuan pusat dan provinsi, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah juga menyiapkan anggaran sekitar Rp30 miliar pada APBD Perubahan untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan rusak di wilayah Wasilomata dan Sangia Wambulu, tepatnya di Tolandona.
“Kita fokuskan untuk memperbaiki jalan-jalan rusak yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat,” tutup Azhari.














