Koperasi di Sultra Siap Naik Kelas! KDKMP Didorong Tembus Pasar Global

DK – Sulawesi Tenggara – Koperasi di Sulawesi Tenggara mulai didorong naik kelas menuju sistem usaha modern berbasis digital dan berorientasi ekspor. Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Ekspor Wilayah Sulawesi Tenggara yang dirangkaikan dengan Workshop Literasi Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (SIMKOPDES) di Hotel Claro Kendari, Senin (25/5/2026).

Kegiatan yang digelar Asisten Deputi Digitalisasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia itu mengusung tema “Go Digital, Go Global: Ekspor di Era Digital” dan diikuti pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Workshop tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat transformasi koperasi agar mampu bersaing di era ekonomi digital sekaligus memperluas peluang pasar produk lokal hingga ke tingkat internasional.

Asisten Deputi Digitalisasi Kementerian Koperasi RI, Riza Azmi, mengatakan koperasi saat ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dalam persaingan usaha modern.

“Digitalisasi menjadi pintu masuk koperasi untuk meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat tata kelola, dan memperluas akses pasar hingga menembus pasar global,” ujarnya.

Menurutnya, koperasi tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan kelembagaan, tetapi juga dituntut memiliki sistem usaha yang modern, cepat, dan relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.

Sementara itu, Asisten Deputi Pemetaan Potensi Usaha Kementerian Koperasi RI, Lely Hiswendari, menilai setiap daerah memiliki potensi unggulan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan siap ekspor.

“Potensi lokal di daerah sangat besar. Tinggal bagaimana koperasi mampu mengelolanya menjadi produk yang memiliki daya saing di pasar internasional,” katanya.

Dalam workshop tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait pemanfaatan SIMKOPDES sebagai sistem informasi manajemen koperasi yang terintegrasi guna mendukung tata kelola usaha yang lebih efektif, transparan, dan profesional.

Perwakilan “bankbsi.co.id”, Mega Firdausi, menjelaskan dukungan pembiayaan dan pendampingan usaha menjadi faktor penting agar koperasi mampu berkembang hingga masuk pasar ekspor.

Sementara praktisi digitalisasi usaha dari “thejoedocenter.com”, Anang Darmawan, menegaskan transformasi digital koperasi harus dimulai dari perubahan pola pikir dan kesiapan membangun sistem usaha modern.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para pengurus koperasi aktif berdiskusi mengenai strategi pemasaran digital, pengembangan produk unggulan daerah, hingga peluang ekspor berbasis teknologi.

Melalui workshop tersebut, Kementerian Koperasi RI berharap KDKMP di Sulawesi Tenggara dapat berkembang menjadi koperasi digital yang inovatif, profesional, dan mampu membawa produk lokal menembus pasar global.

Penulis: AkbarEditor: Herman