https://dpk.kepriprov.go.id/

4 ODGJ Dibebaskan, Wabup Turun Langsung Pimpin Evakuasi

DK – Buton Tengah – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan masalah sosial, khususnya terhadap warga penyandang gangguan jiwa. Sebanyak empat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sebelumnya hidup dalam kondisi pemasungan, akhirnya berhasil dibebaskan melalui operasi kemanusiaan yang dipimpin langsung Wakil Bupati Buton Tengah, Muh. Adam Basan, S.Sos., Kamis (2/4/2026).

Operasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Sosial Kabupaten Buton Tengah, Kementerian Sosial RI melalui Sentra Meohai Kendari, serta tim medis dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Keempat warga tersebut berasal dari tiga kecamatan berbeda, yakni Mawasangka Tengah, Lakudo, dan Gu. Mereka langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan di RSJ Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari.

Dalam proses evakuasi, tim gabungan yang terdiri dari sembilan orang tenaga profesional turut dilibatkan.

Tim ini dipimpin oleh Koordinator Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial RI, Helma Parande, serta didukung oleh tenaga medis spesialis untuk memastikan kondisi pasien tetap stabil selama perjalanan.

Wakil Bupati Buton Tengah, Muh. Adam Basan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin hak-hak dasar masyarakat, termasuk bagi mereka yang mengalami gangguan jiwa.

“Ini bukan hanya soal pembebasan dari pemasungan, tetapi bagaimana negara hadir memberikan akses pengobatan dan mengembalikan martabat mereka sebagai manusia,” ujar Adam Basan.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari Kementerian Sosial RI dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari Kemensos RI dan tim Sentra Meohai. Sinergi seperti ini sangat dibutuhkan agar penanganan ODGJ bisa dilakukan secara menyeluruh,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli TP-PKK Buton Tengah, Kartini Adam Basan, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buton Tengah, Dra. Nurlia Husuni, M.Si., bersama jajaran.

Kehadiran unsur TP-PKK dinilai penting dalam memberikan dukungan psikososial, khususnya dalam mendorong peran keluarga dalam proses pemulihan pasien setelah menjalani perawatan medis.

“Peran keluarga sangat penting dalam proses rehabilitasi. Dukungan dan penerimaan dari lingkungan akan sangat menentukan keberhasilan pemulihan pasien,” ungkap salah satu tim pendamping.

Pemerintah Kabupaten Buton Tengah berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menghapus praktik pemasungan yang masih terjadi di masyarakat. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan kasus serupa agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghapus stigma terhadap ODGJ serta memastikan setiap warga mendapatkan hak hidup yang layak dan bermartabat

Kembali

Pesan Anda telah terkirim

Peringatan
Peringatan
Peringatan
Peringatan

Peringatan.

Penulis: AkbarEditor: Herman