DK-Depok – Relokasi Stasiun Pondok Cina di Kota Depok kini memasuki tahap operasional penuh. Stasiun yang sebelumnya berada di Jalan Margonda Raya kini terintegrasi dengan Apartemen Mahata Margonda.
Pengembangan ini merupakan bagian dari konsep transit oriented development (TOD) yang menggabungkan transportasi dan hunian dalam satu kawasan terpadu. Proyek tersebut melibatkan PT Kereta Api Indonesia, operator KAI Commuter, serta Perum Perumnas.
Bangunan baru yang lebih modern diharapkan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penumpang. Penataan kawasan juga disebut mampu mengurangi kepadatan di sekitar perlintasan lama.
Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia mengaku masih beradaptasi dengan perubahan akses stasiun. Rina, mahasiswa FISIP UI, mengatakan jarak tempuh menuju kampus sedikit berubah, namun kondisi kini dinilai lebih aman dan tertata.
“Awalnya sempat bingung karena aksesnya berbeda. Namun sekarang lebih rapi dan tidak terlalu semrawut seperti sebelumnya,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Dedi, warga Beji, Depok. Ia menilai penataan kota menjadi lebih baik, meski berharap ada perhatian bagi pedagang lama yang terdampak relokasi.
“Semoga tetap ada solusi untuk UMKM, terutama yang sebelumnya berjualan di sekitar stasiun lama,” katanya.
Pemerintah dan pengelola berharap integrasi kawasan ini dapat mendorong masyarakat beralih ke transportasi massal. Langkah tersebut sekaligus mendukung mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Relokasi Stasiun Pondok Cina menjadi bagian dari penataan kawasan Margonda yang lebih terintegrasi, dengan arah pengembangan sebagai pusat aktivitas transportasi, hunian, dan ruang publik.














