Mensos Tekankan Tiga Hal yang Harus Terus Diperbaiki di Kemensos

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan tiga aspek yang harus terus diperbaiki jajaran Kementerian Sosial (Kemensos), yakni sarana dan prasarana, tata kelola, serta integritas.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf memimpin Rapat Dinas bersama jajaran Kementerian Sosial di Jakarta, Kamis 17 September 2026
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf memimpin Rapat Dinas bersama jajaran Kementerian Sosial di Jakarta, Kamis 17 September 2026 (dok : Tangkapan layar)

Dk-Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan tiga aspek yang harus terus diperbaiki jajaran Kementerian Sosial (Kemensos), yakni sarana dan prasarana, tata kelola, serta integritas. Ketiganya dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja kementerian.

Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Dinas di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Rapat turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono serta jajaran pejabat dan pimpinan unit kerja Kemensos.

Pada aspek sarana dan prasarana, Gus Ipul meminta seluruh unit kerja memperhatikan kondisi kantor dan sentra Kemensos. Pembenahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti kebersihan, kerapian, hingga penataan barang yang sudah tidak diperlukan.

“Saya ingin seluruh kantor-kantor kita ini berbenah. Presiden akan meluncurkan lagi Indonesia Asri, beliau sudah sampaikan,” kata Gus Ipul.

“Mari kita mulai dari kantor-kantor kita. Jangan ada rumput-rumput yang tidak terawat,” lanjutnya.

Gus Ipul juga mengingatkan agar penggunaan anggaran untuk sarana dan prasarana dilakukan berdasarkan kebutuhan dan manfaat. Setiap pengadaan harus dapat dipertanggungjawabkan serta digunakan secara optimal.

“Kita jangan belanja-belanja sesuatu yang tidak bermanfaat. Itu hanya menghabiskan anggaran,” ujarnya.

Untuk memastikan pengelolaan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan, Gus Ipul meminta Inspektorat Jenderal melakukan audit secara lebih rinci, khususnya terhadap sarana dan prasarana yang berada di sentra-sentra Kemensos.

Aspek kedua yang menjadi perhatian adalah pembenahan tata kelola. Gus Ipul menilai tata kelola yang baik dapat mempersempit ruang terjadinya praktik korupsi sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas.

“Perbaiki terus tata kelola kita, korupsinya makin susah. Hampir semua indikator kinerja rata-rata naik,” katanya.

Ia menegaskan peningkatan indikator kinerja harus diikuti dengan perbaikan praktik kerja sehari-hari. Jajaran Kemensos diminta tidak sekadar memenuhi aspek administratif dan formalitas, tetapi memastikan seluruh proses kerja berjalan sesuai ketentuan.

“Ajak vendornya tertib, ajak pegawainya tertib. Insya Allah akan menular ke tempat-tempat lain,” ujar Gus Ipul.

Ia juga menekankan pentingnya ketertiban administrasi dan prosedur dalam setiap pelaksanaan pekerjaan.

“Ditertibkan administrasi, ditertibkan prosedur dan ditertibkan semuanya. Pruden itu harus benar-benar dilakukan,” ucapnya.

Gus Ipul menegaskan dirinya bersama Wamensos berkomitmen memastikan seluruh proses kerja berjalan sesuai aturan. Ia meminta jajaran tidak melindungi pihak yang melakukan pelanggaran.

“Yang diamankan adalah proses yang benar. Yang diamankan adalah yang tidak melanggar ketentuan,” katanya.

“Yang melanggar tidak usah diamankan. Saya pokoknya sama Pak Wamen komitmen untuk tidak minta apa-apa kecuali prestasi,” tegas Gus Ipul.

Aspek ketiga yang ditekankan adalah integritas dan moral sebagai fondasi pelaksanaan tugas aparatur sipil negara. Menurut Gus Ipul, integritas tidak cukup hanya diwujudkan melalui pakta integritas maupun sumpah jabatan, tetapi harus tercermin dalam perilaku dan pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Soal moral ini menjadi fondasi bagi keseluruhan kerja kita di sini. Tiga ini, sarpras, tata kelola, integritas, yang perlu kita perbaiki terus,” pungkasnya.