Komisi VII DPR Bahas Pasokan Gas Industri dengan PGN

Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot mengatakan pihaknya akan berdiskusi dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terkait persoalan pasokan gas untuk industri.

Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot usai kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT M-Class Industry, Karawang, Jawa Barat, Jumat, 18 September 2026
Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot usai kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT M-Class Industry, Karawang, Jawa Barat, Jumat, 18 September 2026 (dok : Tangkapan Layar)

DK-Karawang – Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot mengatakan pihaknya akan berdiskusi dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terkait persoalan pasokan gas untuk industri. Pembahasan tersebut dilakukan untuk mengetahui kendala yang dihadapi PGN sekaligus mencari solusi atas keterbatasan pasokan gas industri.

Banyu menyebut ketersediaan gas menjadi salah satu persoalan yang menghambat produksi industri keramik, ubin, dan genteng. Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi sejumlah industri belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Selama ini, utilitas terpasang mereka itu tidak bisa berjalan maksimal, hanya 80 persen kapasitas produksi dari utilitas terpasang mereka. Itu pun sudah luar biasa,” ujar Banyu saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT M-Class Industry, Karawang, Jawa Barat, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, persoalan semakin terasa ketika pasokan gas mengalami pengurangan pada periode tertentu. Penurunan ketersediaan gas tersebut dapat berdampak langsung terhadap tingkat produksi industri.

Karena itu, Banyu mengatakan persoalan pasokan gas menjadi salah satu perhatian Komisi VII DPR RI. Penyelesaian masalah tersebut dinilai penting untuk mengatasi hambatan produksi yang dihadapi industri keramik, ubin, dan genteng.

“Ini menjadi perhatian kita, salah satu bottleneck industri keramik, ubin, dan genteng ini mengalami hambatan produksinya yaitu pasokan gas,” katanya.

Banyu menjelaskan, Komisi VII akan terlebih dahulu melakukan pembahasan dengan PGN sebelum berkomunikasi lebih lanjut dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurutnya, PGN merupakan pihak yang memasok kebutuhan gas bagi industri.

“Pertama, kita harus berdiskusi dulu dengan PGN ya, karena kan yang menyuplai gas ini PGN. Kita tidak bicara langsung ke Kementerian ESDM,” ujarnya.

Melalui pembahasan tersebut, Komisi VII ingin mengetahui kendala yang dihadapi PGN dalam memenuhi kebutuhan gas industri. Setelah itu, persoalan dari sisi industri maupun PGN akan dibahas untuk mencari titik temu dan solusi yang memungkinkan.

Banyu berharap penyelesaian persoalan pasokan gas dapat mendukung keberlangsungan aktivitas industri dan menjaga kegiatan ekonomi. Ia menilai sektor manufaktur memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.