DK-Jakarta – Pemerintah memastikan lebih dari 44.000 anak dari keluarga miskin pada jenjang SD hingga SMA mendapatkan akses pendidikan berkualitas secara gratis melalui program Sekolah Rakyat. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah agar kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pendidikan dan mempersiapkan masa depan.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial (Kemensos) Devi Deliani mengatakan perluasan program sekolah gratis merupakan bentuk kehadiran negara dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Pemerintah terus memperluas jangkauan Sekolah Rakyat agar anak-anak yang sebelumnya belum tertampung dapat kembali mengenyam pendidikan.
“Ini adalah komitmen negara untuk terus memperluas jangkauan. Tentu agar anak-anak yang selama ini tidak tertampung bisa kembali duduk di bangku sekolah,” ujar Devi Deliani dalam keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI), Jumat (18/9/2026).
Devi mengatakan program Sekolah Rakyat kini telah menjangkau 182 sekolah. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun pertama pelaksanaan yang mencakup 166 titik dengan lebih dari 14.700 peserta didik.
Menurutnya, setiap peserta didik terdaftar berdasarkan nama dan alamat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Penggunaan basis data terpadu tersebut dilakukan untuk memastikan program pendidikan gratis tepat sasaran dan diberikan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Setiap siswa terdaftar berdasarkan nama dan alamat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan sistem ini, bantuan negara dipastikan sampai tepat pada anak-anak yang benar-benar membutuhkan, bukan sekadar angka di atas kertas,” tegas Devi.
Selain membebaskan biaya pendidikan, pemerintah juga mempercepat penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Hingga saat ini, gedung permanen Sekolah Rakyat telah rampung di 93 titik.
Gedung-gedung tersebut mulai beroperasi secara bertahap sejak pertengahan Juli hingga awal September 2026. Penyediaan fasilitas permanen diharapkan dapat memperluas kapasitas layanan pendidikan sekaligus memberikan lingkungan belajar yang lebih memadai bagi peserta didik.
Pemerintah menyatakan perluasan jangkauan sekolah, ketepatan sasaran penerima berdasarkan data, serta pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
“Melalui sinergi perluasan jangkauan, ketepatan data target, dan penyediaan infrastruktur yang memadai. Pemerintah optimistis hak atas pendidikan yang layak dan berkualitas dapat dinikmati oleh seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali,” kata Devi.












