Kemenhub Dorong Penguatan Budaya Keselamatan Transportasi

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong seluruh insan perhubungan memperkuat budaya keselamatan transportasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pelayanan, tata kelola, serta inovasi.

Ilustrasi - Sejumlah penumpang kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 tiba menggunakan kapal MV Haida di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu 13 September 2026
Ilustrasi - Sejumlah penumpang kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 tiba menggunakan kapal MV Haida di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu 13 September 2026 (dok : Tangkapan Layar)

DK-Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong seluruh insan perhubungan memperkuat budaya keselamatan transportasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pelayanan, tata kelola, serta inovasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan keselamatan transportasi tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur dan perkembangan teknologi. Kesadaran, kepedulian, serta komitmen SDM terhadap keselamatan juga menjadi faktor penting.

“Keselamatan transportasi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas SDM yang memiliki kesadaran, kepedulian, dan komitmen pada keselamatan,” kata Aan di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Aan dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026. Dalam momentum tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mencanangkan Bulan Keselamatan Transportasi sebagai bagian dari upaya memperkuat kesadaran keselamatan di sektor transportasi darat.

Sejalan dengan pencanangan tersebut, Ditjen Perhubungan Darat memberikan penghargaan kepada sejumlah insan perhubungan yang dinilai berprestasi di bidang keselamatan transportasi darat. Penghargaan diberikan baik kepada insan di lingkungan Kemenhub maupun pihak di luar kementerian.

Menurut Aan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan, tata kelola, dan inovasi transportasi darat. Salah satunya melalui Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Nasional 2026.

Program tersebut diharapkan dapat menumbuhkan budaya tertib dan berkeselamatan dalam berlalu lintas, khususnya di kalangan pelajar. Berdasarkan data Korlantas Polri, sepanjang 2025 tercatat 158.508 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan total 238.878 korban.

“Angka kecelakaan dan fatalitas harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama untuk terus ditekan,” ujar Aan.

Ia berharap penghargaan bagi pelajar pelopor keselamatan dapat menjadi ruang untuk melahirkan calon pemimpin, inovator, dan teladan keselamatan lalu lintas yang mampu memberikan pengaruh positif kepada masyarakat.

“Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi ruang untuk melahirkan calon pemimpin, inovator, dan role model keselamatan lalu lintas yang menginspirasi masyarakat luas,” katanya.

Selain penghargaan bagi pelajar, Ditjen Perhubungan Darat memberikan penghargaan kepada insan transportasi di lingkungan Kemenhub untuk kategori Terminal Penumpang Tipe A Berbasis Green dan Smart serta Satuan Pelayanan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

“Pemberian penghargaan ini telah melalui proses panjang dan berjenjang yang disertai indikator tertentu di bidang masing-masing,” ucap Aan.

Untuk kategori Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Nasional 2026, juara terbaik diraih Sem Wibisono S dari SMA Negeri 1 Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Posisi berikutnya ditempati Fulvya Nasywa dari SMA Islam Al-Azhar 7 Sukoharjo dan Eshan Abdillah Darutomo dari SMA Negeri 71 Jakarta.

Pada kategori teknologi, penghargaan diberikan kepada Ahmad Ghozi Islami dari SMA Negeri 7 Kota Banjarmasin dan Agri Ridhowi Rabbani dari SMA Negeri Titian Teras Haji Abdurrahman Sayoeti, Jambi. Sementara kategori sosial budaya diraih Ribka Bawin Hatalasinta Lumamba dari SMA Negeri 1 Basarang, Kalimantan Tengah, dan Izzaty Hilma dari SMA Negeri Modal Bangsa, Aceh.

Untuk kategori pembina terbaik, peringkat pertama diraih Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, disusul Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Pada kategori Terminal Penumpang Tipe A Berbasis Green dan Smart, penghargaan terbaik pertama diraih Terminal Tipe A Tidar Magelang yang dikelola Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas I Jawa Tengah. Berikutnya Terminal Tipe A Patria Blitar, Terminal Tipe A Mengwi Bali, Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, dan Terminal Tipe A Tawang Alun Jember.

Sementara itu, untuk kategori Satuan Pelayanan UPPKB, penghargaan terbaik pertama diberikan kepada UPPKB Guyangan Nganjuk. Peringkat berikutnya diraih UPPKB Marisa Pohuwato, UPPKB Anjir Serapat Kapuas, UPPKB Watudodol Banyuwangi, dan UPPKB Kalibaru Manis Banyuwangi.

Melalui pencanangan Bulan Keselamatan Transportasi dan pemberian penghargaan tersebut, Kemenhub mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya keselamatan yang lebih kuat dan berkelanjutan di sektor transportasi darat.