DK-Tokyo – Pemerintah Indonesia mulai membahas proses pemulangan jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang gugur di Lebanon Selatan.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan, Indonesia telah menugaskan Wakil Tetap RI di PBB New York, Umar Hadi untuk berkoordinasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Rencananya Senin pagi waktu New York, Kepala Perwakilan Indonesia di PBB akan bertemu Wakil Sekretaris Jenderal PBB yang mengurusi personel penjaga perdamaian untuk membicarakan pemulangan dan pemulasaraan jenazah prajurit kita,” ujar Sugiono saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan resmi ke Tokyo, Senin (30/3/2026).
Insiden yang menewaskan prajurit Indonesia terjadi akibat serangan artileri tidak langsung yang mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3/2026). Peristiwa ini terjadi di tengah konflik antara Israel dan Hizbullah, dan saat ini masih dalam penyelidikan pihak UNIFIL.
Sugiono menambahkan, pemerintah juga menugaskan Kedutaan Besar RI di Beirut untuk terus memantau kondisi personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di wilayah tersebut.
Selain itu, Indonesia mendorong adanya investigasi penuh oleh UNIFIL guna mengungkap sumber serangan, serta menyerukan deeskalasi konflik dari seluruh pihak yang terlibat.
“Kita beri penghormatan setinggi-tingginya kepada prajurit kita yang gugur. Ia telah memberikan yang terbaik bagi bangsa dan menjalankan misi kemanusiaan untuk perdamaian dunia,” kata Sugiono.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengonfirmasi prajurit yang gugur dalam insiden tersebut adalah Farizal Rhomadhon. Selain itu, tiga personel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Menlu RI juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit tersebut serta mengecam keras serangan yang terjadi di wilayah Lebanon Selatan.
“Kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya, sekaligus mengecam keras serangan yang terjadi,” ujarnya.














