DK-Jakarta — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Sabtu (7/3/2026) hingga Minggu (8/3/2026) dini hari menyebabkan genangan di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta (BPBD DKI) mencatat sebanyak 39 rukun tetangga (RT) dan 13 ruas jalan terdampak genangan hingga pukul 04.00 WIB.
Berdasarkan data BPBD, wilayah yang terdampak genangan tersebar di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 150 sentimeter.
Genangan di Jakarta Barat
Di Jakarta Barat, tercatat 19 RT mengalami genangan. Lokasi terdampak antara lain Kelurahan Kedaung Kali Angke sebanyak 4 RT dengan ketinggian air 60–70 cm serta Kedoya Selatan 4 RT dengan ketinggian sekitar 30 cm.
Selain itu, genangan juga terjadi di Kedoya Utara 4 RT setinggi 20 cm, Sukabumi Selatan 2 RT setinggi 120 cm, Joglo 1 RT setinggi 65 cm, Kembangan Selatan 2 RT setinggi 50 cm, serta Kembangan Utara 2 RT setinggi 60 cm.
BPBD menyebut sebagian besar genangan di wilayah tersebut dipicu oleh curah hujan yang tinggi. Sementara di Kembangan Selatan dan Kembangan Utara juga dipengaruhi oleh luapan Kali Bendungan Kali Pelopor.
Jakarta Selatan Ikut Terdampak
Sementara itu di Jakarta Selatan, terdapat 20 RT yang terdampak genangan. Wilayah tersebut meliputi Cilandak Barat 1 RT dengan ketinggian air 120 cm dan Cipete Utara 3 RT setinggi 100 cm.
Kemudian Petogogan 12 RT setinggi 20 cm, Pela Mampang 1 RT setinggi 150 cm, Duren Tiga 1 RT setinggi 50 cm, serta Cilandak Timur 2 RT dengan ketinggian air mencapai 120 cm.
Genangan di sejumlah wilayah tersebut juga dipengaruhi oleh luapan beberapa aliran sungai, antara lain Kali Krukut, Kali PHB Nipam, dan Kali Mampang.
Sejumlah Jalan Tergenang
Selain permukiman warga, sebanyak 13 ruas jalan di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan juga dilaporkan tergenang dengan ketinggian air antara 10 hingga 120 cm.
Beberapa ruas jalan yang terdampak antara lain Jalan Srengseng Raya, Jalan Daan Mogot KM 13, Jalan Meruya Selatan, Jalan Kapten Pierre Tendean, Jalan Cileduk Raya di sejumlah titik, serta Jalan Swadarma Raya di kawasan Ulujami.
BPBD DKI Jakarta menyatakan telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi di lapangan dengan berkoordinasi bersama Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Dinas Bina Marga DKI Jakarta, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta guna melakukan penyedotan genangan dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik.
Selain itu, BPBD juga bekerja sama dengan lurah dan camat setempat untuk menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Genangan ditargetkan dapat surut dalam waktu cepat.
BPBD mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan, terutama di wilayah rawan banjir. Warga juga diminta segera menghubungi layanan darurat 112 jika menghadapi kondisi darurat. Layanan tersebut dapat diakses secara gratis dan beroperasi selama 24 jam.














