DK-Jakarta – Pemerintah mengaktifkan kembali sebanyak 106 ribu peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) yang mengidap penyakit katastropik guna menjamin kelangsungan pengobatan mereka.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengatakan seluruh penerima bantuan iuran yang mengalami gangguan kesehatan katastropik kini telah kembali aktif kepesertaannya.
“Dari seluruh penerima bantuan iuran ini insya Allah yang mengalami gangguan kesehatan katastropik sudah aktif lagi. Tercatat ada sekitar 106.000 orang,” ujar Muhaimin dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (17/2/2026).
Ia menjelaskan, masih terdapat sejumlah peserta yang dinonaktifkan karena dinilai tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan. Penonaktifan tersebut dilakukan agar bantuan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat dalam kelompok desil 1 sampai 5.
“Masih ada yang dinonaktifkan karena sudah tidak berhak menerima bantuan akibat kondisi ekonominya meningkat. Sehingga dinonaktifkan dalam kerangka agar penerima bantuan iuran ini tepat sasaran,” kata Muhaimin.
Muhaimin juga meminta pemerintah daerah proaktif memperbarui data penerima bantuan. Pemerintah pusat, lanjutnya, akan terus melakukan pengecekan lapangan (ground check) untuk memastikan validitas data.
“Apabila ada yang dicoret karena tidak berhak menerima maka sebetulnya dialihkan kepada yang berhak menerima. Kami akan terus melakukan ground check kepastian validitas penerima bantuan itu sehingga tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan sosial, termasuk PBI JKN.
“Yang pertama adalah soal data, di mana data ini menjadi hal yang paling krusial agar bansos kita tepat sasaran. Saya berterima kasih kepada Kepala BPS yang telah menyajikan data hasil pemutakhiran yang makin hari, makin bulan, makin tahun makin akurat,” kata Saifullah Yusuf.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan bantuan sosial, khususnya bagi masyarakat rentan dan pengidap penyakit berat, tetap berkelanjutan dan tepat sasaran.














