DK – Buton Tengah – Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 870/Sangia Wambulu, Letnan Kolonel (Letkol) Inf Andi Gumilang, menegaskan komitmen satuannya untuk terus menjaga soliditas antarinstitusi serta memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan dalam pengarahan internal kepada seluruh prajurit Yonif TP 870/Sangia Wambulu sebagai bagian dari pembinaan satuan dan penguatan disiplin prajurit, menyusul dinamika keamanan yang sempat terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara.
Letkol Andi Gumilang menekankan bahwa prajurit TNI harus menjadi teladan dalam menjaga stabilitas, ketertiban, serta menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
“Keberadaan TNI di tengah masyarakat harus memberikan rasa aman, ketenteraman, dan manfaat nyata. Hubungan baik dengan sesama institusi dan rakyat adalah kunci utama dalam mendukung tugas pokok TNI,” ujarnya
Ia mengingatkan bahwa TNI lahir dari rakyat dan mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, sehingga setiap prajurit wajib menjaga sikap, perilaku, dan tutur kata dalam setiap pelaksanaan tugas.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama yang harus dijaga bersama, karena sekali kepercayaan itu rusak, maka dibutuhkan upaya yang jauh lebih besar untuk memulihkannya.
Dalam arahannya, Danyonif TP 870/Sangia Wambulu juga kembali menegaskan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai dasar keprajuritan, yakni Sapta Marga, Delapan Wajib TNI, dan Sumpah Prajurit, sebagai landasan moral dan etika prajurit TNI.
“Nilai-nilai tersebut bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi pedoman hidup dan tercermin dalam setiap tindakan prajurit,” tegas perwira menengah yang pernah bertugas dalam misi internasional tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa setiap bentuk pelanggaran disiplin dan hukum akan ditindak secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa pandang bulu.
“Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran. Setiap prajurit, termasuk pimpinan, memiliki kedudukan yang sama di hadapan aturan dan hukum,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen bersama menjaga stabilitas keamanan wilayah, diketahui bahwa seluruh unsur terkait di Kabupaten Buton Selatan telah melakukan langkah rekonsiliasi dan konsolidasi antarinstitusi.
Rekonsiliasi tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri, serta menegaskan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas wilayah, memperkuat sinergi, dan mendukung kelancaran pembangunan daerah.
Dengan semangat kebersamaan dan soliditas, Yonif TP 870/Sangia Wambulu menegaskan kesiapan untuk terus bersinergi dengan seluruh komponen bangsa dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara.














