DK-Jakarta : Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya pemerintah daerah bersikap responsif dalam membaca tren harga pangan. Menurutnya, kebijakan pengendalian inflasi tidak boleh hanya berpatokan pada angka akhir, melainkan harus melihat dinamika pergerakan harga secara berkala.
“Pemerintah daerah yang responsif adalah daerah yang bergerak berdasarkan tren, bukan hanya berdasarkan angka akhir saja,” ujar Akhmad Wiyagus dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Pangan Daerah Tahun 2025 di Jakarta, Senin (29/12/2025).
Ia menekankan perubahan tren harga harus dijadikan sistem peringatan dini (early warning system). Kepala daerah diminta aktif memantau perkembangan harga bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) agar langkah intervensi bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Menurutnya, pemantauan harga harus berbasis data aktual dan terkini, sehingga kebijakan yang diambil tidak bersifat reaktif. Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk meningkatkan produktivitas pangan dengan menyesuaikan pasokan terhadap pola konsumsi dan mobilitas masyarakat.
Akhmad Wiyagus menambahkan, upaya pengendalian inflasi harus dilakukan secara berkelanjutan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, agar lonjakan harga tidak kembali berulang seperti periode sebelumnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budiutomo Harmadi memaparkan kondisi inflasi pangan terkini. Ia menyebutkan bahwa pada Desember tahun lalu, komoditas beras sempat mengalami inflasi. Namun hingga November 2025, beras justru mengalami deflasi.
“Secara year to date, inflasi beras tercatat sebesar 3,46 persen. Angka ini masih berada dalam target inflasi pangan nasional yang ditetapkan sebesar 3,5 hingga 5 persen,” ujarnya.
Sonny menjelaskan, inflasi beras tertinggi tercatat di Papua Pegunungan dengan angka 17,16 persen. Sementara inflasi terendah terjadi di Kepulauan Riau yang hanya mencapai 0,10 persen hingga November 2025.
Pemerintah berharap sinergi pusat dan daerah dapat menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah dinamika global.














