DK – Buton Tengah – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) terus menunjukkan keseriusannya mendorong pembangunan berbasis riset dan inovasi. Hal ini ditandai dengan dibukanya secara resmi Seminar Hasil Kegiatan Ekspedisi Patriot oleh Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, yang digelar di Aula Pancana, Lantai 5 Kantor Bupati, Selasa (02/12/2025).
Seminar ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan pemetaan potensi dan permasalahan kawasan transmigrasi Mawasangka Tahun 2025 yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Kementerian Transmigrasi RI.
Dalam sambutannya, Azhari menegaskan bahwa seluruh hasil temuan lapangan dari Tim Patriot UGM tidak akan berhenti pada tataran seminar semata, tetapi akan ditindaklanjuti secara nyata dan terencana. Bahkan, Pemda menggagas pembentukan Pusat Penelitian Terpadu di kawasan transmigrasi sebagai pusat riset multidisiplin.
“Apa yang menjadi hasil ekspedisi ini akan kami tindak lanjuti secara serius. Kami ingin Buton Tengah menjadi kawasan binaan UGM, khususnya untuk pengembangan kawasan timur Indonesia. Target kita adalah mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu kawasan riset yang komprehensif,” tegasnya
Menurutnya, model pengembangan terintegrasi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru berbasis riset sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Azhari juga memaparkan kekayaan sumber daya alam Buton Tengah yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan sebagai laboratorium alam penelitian. Di sektor perikanan, komoditas unggulan seperti ikan teri, tongkol, lobster, hingga rumput laut memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek pasar yang luas.
Sementara di sektor pertanian, Pemda telah memulai langkah konkret dengan melakukan penanaman 3.500 pohon kelapa genjah sebagai upaya penguatan komoditas perkebunan sekaligus diversifikasi ekonomi masyarakat.
“Potensi kita sangat besar dan lahan untuk pengembangan riset itu sudah kami siapkan. Tinggal kita formalkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan berbagai instansi dan kementerian terkait,” tambahnya optimistis.
Tak hanya bertumpu pada sumber daya alam, pengembangan sumber daya manusia dan kebudayaan juga menjadi bagian penting dari visi besar tersebut. Kehadiran Kampus B Universitas Sembilanbelas November di Buton Tengah diharapkan dapat bertransformasi sebagai institusi sains dan teknologi yang mampu menopang agenda penelitian terpadu sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.
Di sisi lain, Mantan Rektor USN Kolaka itu menekankan bahwa kearifan lokal masyarakat Buton Tengah yang masih terpelihara secara turun-temurun menyimpan nilai budaya tinggi dan sangat layak dijadikan objek kajian dalam Pusat Penelitian Kebudayaan.
“Kami sangat terbuka terhadap semua ide yang memperkaya pembangunan daerah. Harapan kami, kolaborasi ini benar-benar menjadikan Buton Tengah sebagai laboratorium nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Seminar tersebut turut dihadiri oleh Penanggung Jawab Kegiatan Ekspedisi Patriot UGM, Prof. Suratman, perwakilan DPRD Kabupaten Buton Tengah, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Buton Tengah, serta perwakilan akademisi dari Kampus B USN Buton Tengah.
Kegiatan ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemerintah pusat dalam membangun Buton Tengah berbasis riset, inovasi, dan potensi lokal berkelanjutan.


https://dpk.kepriprov.go.id/











