DK-Kota Bekasi — Sejumlah sekolah swasta di Kota Bekasi menyambut positif dan antusias pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa penerima manfaat mengaku senang dan merasa terbantu dengan adanya program ini yang mulai dijalankan sejak September 2025.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Al Ikhlas, Bayuansyah Nargentika, mengatakan program MBG mendapat sambutan hangat dari para siswa. Bahkan, saking antusiasnya, banyak siswa yang mengajukan permintaan menu favorit mereka secara langsung.
“Saking semangatnya, siswa sampai menulis request menu di secarik kertas dan disisipkan ke ompreng MBG.
Sebelum program ini masuk, mereka sering menanyakan kapan mulai. Alhamdulillah sekarang mereka sangat antusias,”
ujar Bayuansyah di Bekasi, Selasa (14/10/2025).
Sekolah Awasi Kualitas Menu MBG
Pihak sekolah disebut terus melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan MBG, terutama dalam hal kualitas dan kebersihan makanan.
Bayuansyah menegaskan, setiap menu diperiksa sebelum didistribusikan kepada siswa untuk memastikan kelayakan konsumsi.
“Selama satu bulan berjalan, pelaksanaan lancar. Memang sempat ada satu makanan basi, tapi langsung diganti pihak dapur MBG.
Tidak ada insiden keracunan sejauh ini,”
jelasnya.
Program MBG di sekolah tersebut telah berjalan lebih dari sebulan dan dinilai memberi dampak positif terhadap semangat belajar siswa.
DPR Minta Warga Tak Terpengaruh Disinformasi
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, meminta masyarakat tidak termakan berita negatif terkait program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, sejumlah informasi yang beredar di media sosial mengandung disinformasi, fitnah, dan provokasi, yang dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Banyak sekolah atau orang tua yang termakan informasi negatif sampai menolak program ini.
Saya imbau agar jangan terpancing dengan isu-isu semacam itu,”
kata Nuroji.
Program Nasional Prioritas
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang dijalankan secara bertahap di berbagai daerah.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan gizi anak sekolah, mengurangi stunting, dan memperkuat semangat belajar peserta didik.
Pemerintah terus melakukan evaluasi rutin untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar kesehatan, keamanan pangan, dan keberlanjutan logistik di tingkat daerah.














