Menaker Yassierli Pastikan Pendaftaran MagangHub Berjalan Normal, 212 Ribu Peserta Sudah Terdaftar

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan proses pendaftaran peserta program MagangHub kini berjalan normal setelah sebelumnya sempat mengalami kendala teknis.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat ditemui wartawan usai diskusi Indonesia Internasional Sustainable Forum, Jakarta Selatan.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat ditemui wartawan usai diskusi Indonesia Internasional Sustainable Forum, Jakarta Selatan. (dok : Tangkapan Layar).

DK-Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan proses pendaftaran peserta program MagangHub kini berjalan normal setelah sebelumnya sempat mengalami kendala teknis. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 212 ribu peserta telah berhasil terdaftar dalam program tersebut.

“Fase pendaftaran peserta sampai dengan tanggal 15 Oktober 2025. Ini adalah kesempatan yang baik bagi perusahaan untuk mengenalkan perusahaannya kepada para pencari kerja,”
kata Menaker Yassierli saat ditemui wartawan usai diskusi Indonesia International Sustainable Forum di Jakarta Selatan, Sabtu (11/10/2025).

Jembatani Dunia Pendidikan dan Dunia Kerja

Menaker Yassierli menjelaskan, program MagangHub merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Melalui program MagangHub, pemerintah berupaya memberikan solusi bagi para calon pekerja untuk memperoleh pengalaman kerja. Program ini menjembatani pendidikan dan dunia kerja agar lulusan memiliki pengetahuan teoritis serta keterampilan praktis yang dibutuhkan,” ujarnya.

Lebih jauh, Yassierli menuturkan bahwa MagangHub juga menjadi wadah kolaborasi antara lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan pemerintah dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif terhadap perubahan zaman dan teknologi.

“Rule pertamanya, kita ingin adanya pemerataan lintas geografi. Tidak hanya posisi tertentu tapi juga variasi, sehingga program ini bisa diakomodasi,” katanya.

Isu Upah Peserta Masih Dibahas

Terkait besaran upah peserta program MagangHub, Menaker Yassierli menyampaikan bahwa pemerintah masih membahas mekanisme pengupahan.
Belum dapat dipastikan apakah nilai upah akan mengikuti Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2025 atau 2026.

“Semua sedang didiskusikan, direncanakan akan rampung bulan November 2025,” ujarnya.

Situs MagangHub Kini Sudah Pulih

Sebelumnya, situs resmi MagangHub (maganghub.kemnaker.go.id) sempat viral karena sulit diakses dan mengalami gangguan koneksi.
Salah satu calon peserta dengan akun X/Twitter @taerangilah menulis keluhan soal error pada laman pendaftaran.

“Ini di MagangHub emang masih kosong kah lowongannya? Takut banget ini web sering error, nggak bisa terkoneksi, terus jadwal pendaftaran juga mepet banget,” tulis akun tersebut pada Selasa (7/10/2025).

Beberapa calon peserta lain juga melaporkan status pendaftaran mereka ditolak meski telah memenuhi syarat administrasi.
Namun, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan seluruh fitur dan layanan situs kini sudah berfungsi normal.

Pihak Kemnaker menyatakan terus melakukan pemantauan sistem agar pendaftaran berjalan lebih transparan dan mudah diakses oleh seluruh peserta di berbagai daerah.

Tentang Program MagangHub

Program MagangHub merupakan bagian dari kebijakan transformasi ketenagakerjaan nasional yang diresmikan Kemnaker pada Oktober 2025.
Program ini bertujuan untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan baru (fresh graduate) melalui pelatihan di sektor industri selama enam bulan.
Selain memberikan pengalaman kerja, peserta juga mendapatkan pembekalan keterampilan digital dan profesional yang relevan dengan kebutuhan masa depan.