DK-Jakarta — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak masyarakat untuk menyeimbangkan antara konsentrasi dan kontemplasi dalam menjalani kehidupan berbangsa dan beragama. Menurutnya, keseimbangan antara keduanya penting agar manusia tidak kehilangan arah spiritual maupun nilai-nilai kemanusiaan.
“Bangsa yang hanya mengedepankan konsentrasi tanpa kontemplasi akan kering dan kehilangan kepekaan terhadap lingkungan serta sesama,”
ujar Nasaruddin saat menghadiri kegiatan “Indonesia Berdoa: Doa Lintas Agama”, di Jakarta, Minggu (19/10/2025).
Keseimbangan Spiritual dan Sosial
Menag menilai, kegiatan doa lintas agama menjadi momentum penting untuk memperdalam kesadaran spiritual bangsa. Ia mengingatkan bahwa nilai keseimbangan antara konsentrasi dan kontemplasi telah menjadi warisan leluhur sejak ribuan tahun lalu.
“Mengingatkan kita bahwa bangsa ini harus meniru apa yang pernah dilakukan 4.500 tahun nenek moyang kita terdahulu. Mempertahankan hidupnya dengan mengombinasikan konsentrasi dan kontemplasi,”
ucap Nasaruddin.
Ia menambahkan, kehidupan beragama di Indonesia harus berlandaskan teologi yang lembut dan berempati, yang menumbuhkan rasa kasih serta saling menghormati antarumat beragama.
“Kita perlu membangun teologi yang lembut dan penuh empati. Saya mendorong pengembangan kurikulum cinta agar nilai kasih dan toleransi tertanam sejak dini,”
tutur Menag.
Refleksi Spiritual Menuju Indonesia Emas
Sementara itu, Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Handoyo Budhisedjati, menilai doa lintas agama menjadi momen refleksi kebangsaan di tengah situasi sosial yang penuh kesalahpahaman dan penyebaran informasi bohong.
“Inilah waktunya kita untuk melihat diri ke dalam, menyerahkan diri kita kepada Tuhan. Indonesia bisa mencapai Indonesia Emas apabila kita bersatu,”
ujarnya.
Handoyo menambahkan, melalui doa dan refleksi, semangat perjuangan kebangsaan harus tetap menyala meski di tengah berbagai tantangan.
“FORMAS akan terus menghadirkan gerakan nyata melalui program peduli pendidikan, anak sekolah, uang rakyat, dan pelestarian tradisi nusantara,”
kata Handoyo.
Makna Doa Lintas Agama
Kegiatan Indonesia Berdoa: Doa Lintas Agama diharapkan menjadi ruang spiritual lintas keyakinan yang memperkuat persaudaraan dan semangat kebersamaan antarumat beragama di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, pemerintah dan masyarakat diingatkan bahwa pembangunan nasional tidak hanya memerlukan kecerdasan rasional, tetapi juga kedalaman spiritual dan moralitas bangsa.














