DK-Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeluarkan peringatan keras kepada para Direktur Utama bank-bank BUMN yang tergabung dalam Himbara: mereka harus sangat berhati-hati dalam menyalurkan kredit dari dana deposito pemerintah senilai Rp200 triliun. Tambah sedikit saja kredit macetnya, bisa-bisa jabatan mereka jadi taruhan.
Kata Purbaya, dana besar itu harus dikelola dengan kepintaran dan kehati-hatian tinggi, supaya tidak terjadi risiko gagal bayar atau NPL (Non Performing Loan) yang membengkak.
“Perbankan cukup pintar harusnya. Kalau mereka kasih pinjaman enggak hati-hati jadi NPL, ya harusnya mereka dipecat,” katanya.
Lebih jauh, Menkeu juga menolak anggapan bahwa rendahnya permintaan kredit adalah alasan jika terjadi masalah setelah penyaluran dana. Menurutnya, bila bank sudah kompeten dan memitigasi risiko dengan benar, penyaluran besar semacam ini bisa aman.
Kenapa Ini Penting Untuk Kamu?
Karena dana pemerintah sebesar Rp200 triliun bukan jumlah kecil — bila salah langkah bisa sangat merugikan negara, dan efeknya bisa dirasakan secara luas.
Jabatan Dirut bank BUMN ikut dipertaruhkan, bukan hanya soal reputasi institusi, tapi juga kepastian finansial dan stabilitas sistem perbankan.
Dampaknya bukan hanya untuk bank. Bila banyak kredit macet, masyarakat bisa menghadapi kenaikan bunga pinjaman, pengetatan akses kredit, dan lain-lain.














