LINGGA  

Ponton Pelabuhan Tanjung Buton Rusak, Warga Kecewa dengan Kualitas Proyek

“Belum Satu Tahun Dibangun, Ponton Tak Bisa Digunakan”

Kondisi Pelabuhan. (Dok:Azera)

DK-Lingga Ponton Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Lingga, yang baru dibangun kurang dari setahun, kini tak lagi dapat digunakan. Fasilitas ini sangat penting bagi masyarakat yang hendak bepergian ke Desa Mepar dan kawasan lainnya menggunakan pompong atau speed boat.

Namun, kerusakan parah pada ponton menyebabkan kesulitan bagi pemilik kapal untuk bersandar.

Menurut pantauan di lapangan, sebagian besar konstruksi ponton sudah rusak parah, dengan tiang penyangga yang patah dan pontonnya yang hilang entah kemana. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya.

“Dari Dabo mau pulang lewat Tanjung Buton sekarang susah, apalagi malam hari,” ujarnya. Ia juga mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek tersebut, dengan menyebutkan kerusakan yang terjadi hanya dalam waktu kurang dari setahun.

Warga lainnya menyebut proyek ini terkesan hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kualitas, dan mengharapkan kontraktor bertanggung jawab secara hukum atas hasil yang buruk tersebut.

Masyarakat berharap agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Riau untuk segera menindaklanjuti masalah ini.

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap proyek infrastruktur di Kabupaten Lingga, dengan publik menantikan langkah tegas untuk memperbaiki dan mengusut tuntas kerusakan fasilitas vital ini.

Penulis: AzeraEditor: Herman