LINGGA  

Genap Enam Bulan, Koperasi Merah Putih Sungai Lumpur Bertahan di Tengah Tantangan, Diskop UMKM Kepri Soroti Penguatan Modal

 

DK-LINGGA-Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMP) Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, genap berusia enam bulan dan terus menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif.

Sejak berdiri sebagai bagian dari program strategis nasional, koperasi ini tetap fokus melayani kebutuhan dasar masyarakat melalui unit usaha sembako, sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat lokal.

Ketua Bidang Usaha KMP Sungai Lumpur, Endra Purnama, menyampaikan bahwa pemilihan sektor sembako didasarkan pada kebutuhan harian masyarakat yang terus ada. Ia menegaskan bahwa koperasi berupaya menjaga harga lebih stabil dibandingkan pasar bebas yang cenderung naik turun.

Seiring waktu, stok barang di koperasi juga terus berkembang. Jika awalnya hanya menyediakan beras, gula, dan minyak goreng, kini sudah bertambah dengan telur, mie instan, serta kebutuhan pokok lainnya.

Selain itu, koperasi juga mulai merambah layanan jasa keuangan mikro seperti pembayaran listrik, air, hingga transfer uang skala kecil guna mempermudah transaksi warga.

Namun demikian, tantangan masih dihadapi. Ketua Bidang Keanggotaan, Agusti Randa, mengungkapkan bahwa keterbatasan modal dan akses harga tingkat agen menjadi kendala utama, sehingga daya saing dengan pasar tradisional masih terbatas.

Pemerintah kelurahan setempat menilai kehadiran koperasi ini sangat penting dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung ekonomi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau, Riky Rionaldi, mengatakan bahwa persoalan modal memang menjadi tantangan umum bagi Koperasi Merah Putih di wilayah Kepri.

Ia menjelaskan bahwa banyak koperasi belum dapat beroperasi optimal karena masih menunggu proses penyaluran modal usaha serta pematangan rencana bisnis dengan pihak perbankan.

“Setiap koperasi harus memiliki rencana bisnis yang matang agar bisa berkelanjutan. Penyaluran modal juga dilakukan secara bertahap dan terkontrol,” ujarnya (28/3/2026).

Riky menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong koperasi untuk menjalin kemitraan dengan pihak swasta maupun BUMN agar memperkuat permodalan dan rantai pasok usaha.

Selain itu, ia menekankan bahwa Koperasi Merah Putih bukan untuk bersaing dengan ritel modern, melainkan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis koperasi di tingkat kelurahan.

Menurutnya, keberhasilan koperasi seperti KMP Sungai Lumpur yang tetap bertahan selama enam bulan menjadi contoh positif bahwa koperasi bisa tumbuh meski dengan keterbatasan, asalkan dikelola dengan baik dan mendapat dukungan ekosistem yang tepat.

Ke depan, Diskop UMKM Kepri berharap sinergi antara pemerintah, perbankan, dan sektor swasta dapat mempercepat penguatan koperasi sehingga mampu bersaing dan berkontribusi lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat.

Penulis: HermanEditor: Agus