DK-Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengoptimalkan tiga program strategis guna memperluas dan memeratakan akses pendidikan nasional. Ketiga program tersebut meliputi Program Indonesia Pintar (PIP), Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), serta peningkatan kesejahteraan guru.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan optimalisasi PIP dan perluasan ADEM dilakukan agar mutu dan pemerataan pendidikan berjalan beriringan.
“Melalui optimalisasi Program Indonesia Pintar serta perluasan Afirmasi Pendidikan Menengah, kami memastikan bahwa mutu dan pemerataan berjalan beriringan. Pendidikan berkualitas harus dapat dirasakan oleh seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali,” ujar Suharti di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Suharti menjelaskan, PIP bertujuan membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses layanan pendidikan tanpa hambatan biaya. Program ini juga mendukung penurunan angka putus sekolah dalam kerangka wajib belajar 13 tahun.
Ia menegaskan, dana PIP harus digunakan sesuai peruntukan, yakni untuk kebutuhan personal pendidikan seperti membeli buku, alat tulis, seragam, sepatu, dan pakaian olahraga sekolah.
“Sementara itu, pembiayaan PIP yang tidak sesuai peruntukan antara lain membayar SPP dan iuran-iuran, serta sumbangan yang tidak terkait kebutuhan personal,” ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan nonpersonal seperti perbaikan sarana sekolah, pemberian hadiah kepada oknum tertentu, maupun kebutuhan guru dan tenaga kependidikan tidak boleh dibebankan dari dana PIP. Dana tersebut harus diterima utuh oleh siswa tanpa pemotongan dalam bentuk apa pun.
Pemotongan dana PIP merupakan pelanggaran dan dapat dikenakan sanksi pidana. Masyarakat dapat menyampaikan pengaduan melalui layanan resmi Kemendikdasmen, di antaranya nomor Konsultasi Teknis Puslapdik 0812-44-1234-25, Unit Layanan Terpadu (ULT) 177, serta kanal pengaduan daring resmi kementerian.
Sementara itu, program ADEM bertujuan memberikan akses pendidikan menengah berkualitas bagi peserta didik dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kelompok afirmasi lainnya.
Besaran beasiswa ADEM untuk siswa SMA mencapai Rp2,2 juta per bulan, sedangkan untuk siswa SMK sebesar Rp2,3 juta per bulan.
ADEM Wilayah Papua diperuntukkan bagi putra-putri Orang Asli Papua lulusan SMP atau sederajat di wilayah Papua. ADEM Daerah Khusus menyasar peserta didik dari wilayah 3T dan perbatasan untuk melanjutkan pendidikan di SMA atau SMK terbaik di provinsinya. Sementara ADEM Repatriasi ditujukan bagi lulusan Community Learning Center atau Sekolah Indonesia Luar Negeri di Malaysia dan Arab Saudi untuk melanjutkan pendidikan di SMA atau SMK terbaik di Indonesia.














