DK-Kerinci – Produktivitas kentang di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan Data Statistik Hortikultura, produktivitas kentang naik sebesar 8,76 persen, dari 16,7 ton per hektare pada tahun sebelumnya menjadi 18,2 ton per hektare.
Peningkatan produktivitas tersebut berdampak langsung terhadap kenaikan produksi dan pasokan kentang Kerinci ke pasar regional Sumatra. Kondisi iklim yang relatif stabil selama musim tanam 2025 dinilai mendukung pertumbuhan tanaman kentang dan sayuran umbi lainnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci, Radium Halis, menyebut Kerinci merupakan salah satu sentra utama produksi kentang di Provinsi Jambi. Sentra produksi tersebar di Kecamatan Kayu Aro, Kayu Aro Barat, Gunung Tujuh, dan Gunung Kerinci.
“Produksi kentang Kerinci sepanjang 2025 mencapai 131.387 ton dengan luas panen sekitar 7.212 hektare. Kami terus mendorong perluasan akses pasar antar daerah agar harga di tingkat petani tetap menguntungkan,” ujar Radium Halis dalam rilis resmi Kementerian Pertanian, Sabtu, 31 Januari 2026.
Selain peningkatan produksi, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pelaku usaha kentang nasional. Salah satu fokus pengembangan dilakukan melalui Balai Benih Induk Kentang Kayu Aro yang disiapkan untuk menghasilkan benih kentang unggul.
Balai tersebut ditargetkan mampu memproduksi benih kentang kelas G-nol guna memenuhi kebutuhan petani penangkar di daerah sentra produksi. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kualitas benih sekaligus meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sunusi, menyampaikan bahwa produksi kentang nasional saat ini berada dalam kondisi mencukupi. Sepanjang 2025, produksi kentang nasional tercatat mencapai 1.235.939 ton dari luas panen 67.758 hektare.
“Produksi nasional masih didominasi kentang sayur varietas granola dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ujarnya.
Kementerian Pertanian juga mendorong hilirisasi dan diversifikasi produk olahan kentang guna meningkatkan nilai tambah komoditas. Perluasan pasar serta pengembangan industri olahan dinilai mampu memperkuat pendapatan petani dan daya saing produk pertanian daerah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci transformasi sektor pertanian nasional. “Hilirisasi meningkatkan nilai tambah dan memperkuat kesejahteraan petani,” kata Mentan.














