DK-Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir di wilayah Sumatra terus bertambah. Hingga Kamis (26/12/2025), total korban jiwa mencapai 1.135 orang, meningkat dari laporan sebelumnya sebanyak 1.129 orang.
Data tersebut merupakan hasil pemutakhiran laporan kebencanaan dari berbagai daerah terdampak. BNPB menyebutkan, wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak berada di Aceh Utara sebanyak 205 orang, disusul Tapanuli Tengah 191 orang, serta Tapanuli Selatan 133 orang.
Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat sebanyak 173 orang masih dinyatakan hilang. Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta pemerintah daerah terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi di sejumlah titik yang masih sulit dijangkau.
Jumlah pengungsi juga tercatat sangat besar. Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak mencapai 166.900 jiwa, disusul Aceh Tamiang sebanyak 150.500 jiwa, serta Gayo Lues sekitar 33.800 jiwa.
Kerusakan infrastruktur akibat banjir juga cukup masif. BNPB mencatat sebanyak 157.838 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 47.165 unit rusak berat, 33.276 rusak sedang, dan 77.397 rusak ringan. Selain itu, tercatat 215 fasilitas kesehatan dan 3.188 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.
Tak hanya itu, bencana juga berdampak pada fasilitas umum lainnya. BNPB mencatat 806 rumah ibadah rusak, 98 jembatan putus, 101 ruas jalan terputus, serta 199 akses lainnya terdampak.
BNPB memastikan upaya tanggap darurat dan pemulihan terus dilakukan secara terpadu bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra.














