Generasi Muda Didorong Kuasai Keterampilan Keberlanjutan untuk Hadapi Ekonomi Hijau

Transisi menuju ekonomi hijau menuntut penguasaan keterampilan keberlanjutan

Ilustrasi Pekerja.
Ilustrasi Pekerja. (dok : Tangkapan Layar).

DK-Jakarta — Transisi menuju ekonomi hijau menuntut penguasaan keterampilan keberlanjutan (sustainability skills) sebagai syarat penting di dunia kerja masa kini.
Pesan tersebut mengemuka dalam Eco Talent Campus Program bertema “Keberlanjutan dan Krisis Iklim” yang digelar di Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Setiap profesi di sektor publik maupun swasta kini dituntut memiliki wawasan keberlanjutan untuk menjawab tantangan lingkungan global. Para lulusan muda juga diharapkan memahami nilai-nilai keberlanjutan agar mampu bersaing di pasar kerja hijau (green jobs) yang terus berkembang.

IS2P: Keterampilan Keberlanjutan Jadi Kunci Masa Depan

Ketua Umum Indonesian Society of Sustainability Professionals (IS2P), Satrio Prakoso, menegaskan bahwa keterampilan keberlanjutan menjadi fondasi utama daya saing generasi muda Indonesia di tengah transformasi menuju ekonomi hijau.

“IS2P berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kapasitas talenta muda Indonesia agar siap menjadi agen perubahan menuju masa depan yang berkelanjutan.
Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi kita semua untuk bersama-sama membangun dunia kerja yang lebih inklusif,”
kata Satrio Prakoso, Minggu (12/10/2025).

Sebagai wujud komitmen, IS2P mengembangkan Study Club yang membahas teori ekonomi donat dan pengenalan dasar pajak karbon — dua aspek penting dalam transisi ekonomi hijau.
Selain itu, sejumlah anggota IS2P telah memiliki keahlian di bidang mitigasi risiko iklim, penyusunan laporan keberlanjutan, serta strategi bisnis berkelanjutan, yang kini menjadi kebutuhan strategis bagi dunia usaha.

Kolaborasi Multi-Pihak Dukung Talenta Hijau

Program Eco Talent Campus merupakan hasil kolaborasi antara APINDO UMKM Merdeka, IS2P, PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama, dan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia.
Kegiatan ini difokuskan pada pembekalan talenta muda agar siap mengisi posisi strategis di sektor ekonomi hijau.

“Dengan peluang green jobs yang menurut perkiraan Bappenas akan mencapai empat juta orang di tahun ini, diperlukan kesiapan talent untuk mengisi berbagai posisi tersebut,”
ujar Wakil Ketua Bidang UMKM dan Koperasi APINDO, Arief Budiman.

Perguruan Tinggi Didorong Siapkan Mahasiswa

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menyambut baik inisiatif pengenalan green jobs di perguruan tinggi.
Menurutnya, langkah ini penting untuk membentuk generasi mahasiswa yang mampu mengelola aspek keberlanjutan di masa depan.

Sosialisasi green jobs dilaksanakan melalui sembilan sesi webinar, yang mengangkat berbagai topik seperti:

  • praktik bisnis berkelanjutan,

  • pelaporan keberlanjutan,

  • keuangan hijau,

  • potensi green jobs,

  • bisnis syariah ramah lingkungan, dan

  • tata kelola risiko berkelanjutan.

Libatkan 300 Mahasiswa dari Berbagai Daerah

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 peserta dari perguruan tinggi umum dan keislaman di berbagai daerah di Indonesia.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mengenal lebih jauh pekerjaan ramah lingkungan serta memahami peran kampus dalam mendukung transisi hijau.

Program Eco Talent Campus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagakerjaan berkelanjutan, di mana generasi muda bukan hanya pencari kerja, tetapi juga pencipta perubahan menuju ekonomi hijau Indonesia.