DK-Jakarta — Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), Heru Hartanto Subolo, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam membumikan politik luar negeri Indonesia (Polugri).
Hal ini disampaikannya dalam pertemuan bersama awak media di Jakarta, Jumat (10/10/2025) sore.
“Media menjadi instrumen utama bagaimana membumikan politik luar negeri kita. Intinya memastikan bahwa politik luar negeri mendapatkan atau menghasilkan dampak bagi masyarakat secara luas,”
ujar Heru Hartanto Subolo.
Media, Mitra Strategis Diplomasi Publik
Heru menekankan bahwa media massa bukan hanya saluran informasi, tetapi juga mitra penting dalam mendukung diplomasi publik yang dijalankan pemerintah Indonesia.
Menurutnya, sinergi antara jurnalis dan diplomat sangat diperlukan untuk memperkuat citra positif Indonesia di dunia internasional.
“Awak media juga merupakan bagian penting dalam memastikan dukungan diplomasi publik bagi pencapaian misi pemerintah, termasuk berbagai prioritas kerja pemerintah,”
kata Heru.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan media menjadi semakin penting seiring meningkatnya peran diplomasi lunak (soft diplomacy) dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
“Dan tentu saja ini akan menjadi semakin penting di tengah diplomasi lunak atau soft diplomacy yang sedang kita jalankan untuk memperkuat politik luar negeri kita di luar,” ujarnya.
Jaga Citra Positif Diplomasi Indonesia
Sebagai pejabat baru di lingkungan Direktorat Jenderal IDP, Heru menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dan komunikasi dengan media.
Ia menyebut, tujuan utamanya adalah menjaga agar wajah diplomasi Indonesia tetap positif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen bersinergi dengan media untuk menjaga agar wajah diplomasi Indonesia tetap positif. Tetap bisa mengandung optimisme untuk menarik lebih banyak investasi, literasi budaya, politik, sosial, dan tentunya memastikan diplomasi kita — khususnya membumikan politik luar negeri Indonesia di ranah publik — berjalan dengan baik,”
ujar Heru, yang memulai karier diplomat sejak tahun 1991.
“Di situlah peran teman-teman wartawan sangat luar biasa,” tambahnya.
Komitmen Transparansi dan Keterbukaan Informasi
Dalam kesempatan tersebut, Heru juga menegaskan komitmen Kemlu RI terhadap transparansi dan keterbukaan informasi publik.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka menjadi bagian penting dari upaya memastikan diplomasi publik membawa manfaat konkret bagi masyarakat.
“Kemlu memastikan adanya transparansi dan keterbukaan luas kepada publik melalui media. Ini menjadi bagian dari upaya agar diplomasi publik dapat membawa misi yang bermanfaat,” jelasnya.
Profil Singkat Heru Hartanto Subolo
Heru Hartanto Subolo merupakan diplomat karier senior yang telah bertugas di berbagai perwakilan Indonesia di luar negeri.
Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Bangladesh dan Nepal, serta Duta Besar RI untuk Amerika Serikat.
Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Konsul Jenderal RI di Sydney, dan bertugas di KBRI Oslo serta KJRI Houston.














