DK-Jakarta — Pemerintah melalui Presiden Prabowo Subianto akan membagikan 330 ribu unit Smart TV ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Tujuannya: memastikan sekolah di lokasi terpencil dan sulit dijangkau tetap memiliki akses materi pembelajaran berkualitas dari guru-guru unggulan.
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menyebut jumlah tersebut mencakup sekitar 73% dari total sekolah di Indonesia, berdasarkan hitungan ada sekitar 450 ribu sekolah di Tanah Air.
Kenapa Smart TV?
Smart TV dipilih sebagai sarana utama dalam digitalisasi pendidikan karena memungkinkan pembelajaran jarak jauh secara langsung, terutama bagi sekolah di daerah yang sumber guru berkualitasnya terbatas.
Program ini dianggap sebagai bagian dari prioritas pemerintah untuk menjawab tantangan pemerataan pendidikan, mengurangi kesenjangan antara sekolah di kota dan luar kota.
Catatan dan Tantangan
Pakar pendidikan mengingatkan bahwa distribusi perangkat saja tak cukup:
Koneksi internet dan infrastruktur digital harus siap di sekolah-sekolah penerima.
Guru juga perlu dibekali kemampuan teknologi agar bisa memaksimalkan penggunaan Smart TV dalam pembelajaran.
Metode pengajaran perlu disusun dengan baik agar penggunaan perangkat ini bukan hanya sebagai pajangan, melainkan sebagai alat yang benar-benar mengubah proses belajar.
Ambisi dan Harapan
Di tahap awal, sekolah-sekolah akan menerima 1 unit Smart TV per sekolah. Target pemerintah: pada 10 November 2025 sebanyak 100.000 sekolah sudah mendapatkan unit Smart TV.
Pemerintah berharap, lewat strategi ini, setiap anak di Indonesia dapat memperoleh pendidikan yang lebih adil dan merata, meski berada jauh dari pusat kota.














