Publik Diminta Waspadai Provokasi, Jaga Kondusifitas Bersama

Masyarakat diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat merusak persatuan, khususnya yang berupaya mengadu domba antar lembaga negara

Ilustrasi Menyaring Berita Hoax.
Ilustrasi Menyaring Berita Hoax. (dok : Tangkapan Layar)

DK-Jakarta – Masyarakat diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat merusak persatuan, khususnya yang berupaya mengadu domba antar lembaga negara. Ajakan ini disampaikan oleh Ketua LSM Harimau DKI Jakarta, Neville GJ. Muskita, saat menggelar aksi damai di depan Gedung DPR/MPR RI.

Neville menegaskan bahwa soliditas antara TNI dan Polri merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas nasional. “TNI dan Polri adalah saudara, bukan lawan. Pihak yang mencoba mengadu domba keduanya berarti musuh rakyat,” ujarnya.


Pentingnya Kondusifitas

Menurut Neville, seluruh lembaga negara memiliki peran saling melengkapi dan tidak ada yang ingin hubungan antar institusi rusak. Ia menekankan bahwa stabilitas dan keamanan bangsa hanya bisa tercapai apabila TNI, Polri, dan masyarakat bersatu.

“Kita harus lebih bijak, jangan gampang percaya dengan kabar yang sifatnya memecah belah. Jangan mau dihasut, jangan mau terprovokasi,” tegasnya.


Dukungan untuk Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, LSM Harimau juga menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Mereka menilai kepemimpinan yang kuat membutuhkan situasi kondusif agar pembangunan nasional bisa berjalan dengan lancar.

Neville menambahkan, pihaknya akan terus mendorong masyarakat untuk ikut menjaga situasi yang aman dan damai. Menurutnya, menjaga persatuan adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.


Kesimpulan

Aksi damai ini menegaskan pesan penting bahwa upaya provokasi harus dilawan dengan persatuan. Dengan soliditas TNI-Polri, dukungan masyarakat, dan kepemimpinan nasional yang kuat, Indonesia diyakini mampu melewati berbagai tantangan serta menjaga kondusifitas di masa depan.