DK-Flores Timur, Nusa Tenggara Timur — Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi pada Jumat sore, memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 2.584 meter di atas permukaan laut, pada pukul 14.32 WITA. Hal ini dilaporkan secara resmi oleh Petugas Pos Pengamatan Gunung Api, Herman Yosef S. Mboro.
Kronologi & Kondisi Terbaru
Abu vulkanik dari erupsi terlacak berwarna kelabu, dengan intensitas tebal yang mengarah ke utara dan timur laut.
Secara seismograf, aktivitas menunjukkan amplitudo maksimum 7,4 mm dengan durasi sekitar 2 menit 12 detik.
Saat ini Lewotobi Laki-Laki berada pada Status Level III (Siaga).
Imbauan Keselamatan & Potensi Bahaya
Masyarakat dan pengunjung dilarang melakukan aktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi.
Warga sekitar juga diminta tetap tenang dan mengikuti instruksi dari pemerintah daerah, serta tidak menyebarkan isu tidak jelas.
Abunya bisa mengganggu pernapasan, terutama bila turun hujan abu, sehingga disarankan menggunakan masker atau penutup hidung-mulut.
Potensi bahaya juga termasuk banjir lahar hujan di sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama di sejumlah desa seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Kesimpulan
Erupsi ini adalah peringatan bahwa Gunung Lewotobi Laki-Laki masih sangat aktif dan memiliki dampak yang berpotensi besar. Status siaga memaksa semua pihak — pemerintah, warga sekitar, serta pihak wisatawan — untuk tetap waspada dan mematuhi protokol keselamatan.














