DK-Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan bangsa sekaligus menatap masa depan dengan semangat persatuan yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Menurut Fadli, tema tersebut relevan dengan berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, termasuk perkembangan teknologi digital dan dinamika global yang terus berubah.
“Di tengah dinamika tersebut, Pancasila menjadi jangkar nilai. Sekaligus kompas bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai perubahan zaman,” ujar Fadli saat memberikan sambutan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 melalui YouTube Kementerian Kebudayaan, Kamis (1/10/2026).
Fadli menjelaskan, nilai-nilai Pancasila memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai ketuhanan menjadi landasan moral, sedangkan kemanusiaan menjadi orientasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, persatuan menjadi kekuatan bangsa, musyawarah menjadi jalan untuk membangun kebersamaan, dan keadilan sosial menjadi cita-cita bersama yang terus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Fadli, Indonesia tumbuh sebagai bangsa yang memiliki keberagaman, mulai dari ribuan pulau, ratusan kelompok etnis, bahasa daerah, agama hingga kepercayaan. Keberagaman tersebut sejak awal telah menjadi bagian penting dalam pembentukan Indonesia sebagai sebuah negara.
“Para pendiri bangsa menjadikan keberagaman tersebut sebagai kekuatan membangun sebuah negara yang bernama Indonesia,” ucapnya.
Ia mengatakan semangat persatuan dalam keberagaman juga tercermin dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan tersebut mengajarkan masyarakat untuk tetap bersatu meskipun memiliki latar belakang suku, daerah, bahasa, agama, kepercayaan, adat dan tradisi yang berbeda.
Fadli menambahkan, nilai gotong royong, musyawarah, toleransi dan solidaritas terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai turut memperkuat karakter bangsa sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Menurutnya, kesaktian Pancasila juga tercermin dalam perjalanan sejarah Indonesia ketika bangsa ini menghadapi berbagai tantangan. Nilai-nilai Pancasila menjadi bagian dari fondasi yang menjaga Indonesia tetap berdiri sebagai satu bangsa.
“Pancasila hidup ketika masyarakat bergotong royong, perbedaan dihormati. Serta musyawarah menjadi jalan mencari titik temu dalam kehidupan bersama,” ujarnya.
Fadli mengatakan nilai keadilan sosial dapat diwujudkan ketika pembangunan membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, generasi muda juga perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan jati diri kebangsaan.
Ia menambahkan, persatuan menjadi fondasi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, adil dan makmur. Menurutnya, persatuan harus terus dibangun dengan kemampuan masyarakat merawat keberagaman dan menjadikannya sebagai kekuatan bersama.
“Fondasi dari seluruh cita-cita tersebut adalah persatuan. Persatuan Indonesia tumbuh dari kemampuan kita merawat keberagaman dan menjadikannya energi bersama,” ujar Fadli.
Fadli menegaskan keberagaman Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang harus terus dirawat. Pancasila, menurutnya, tetap menjadi landasan yang menyatukan seluruh elemen bangsa sekaligus menjadi pijakan dalam membangun masa depan Indonesia yang adil dan sejahtera.












