Prabowo Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Riset Perumahan

Presiden RI Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan riset dan kajian terkait sektor perumahan guna mendukung percepatan program tiga juta rumah bagi masyarakat.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, memberikan keterangan kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, memberikan keterangan kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 6 April 2026. (dok : Tangkapan Layar).

DK-Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan riset dan kajian terkait sektor perumahan guna mendukung percepatan program tiga juta rumah bagi masyarakat.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan arahan tersebut menekankan pentingnya peran akademisi dalam mencari solusi atas berbagai persoalan perumahan nasional.

“Pak Presiden memberikan petunjuk bagaimana kampus-kampus melakukan riset, kajian, dan penanganan permasalahan perumahan,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, perguruan tinggi akan berkoordinasi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dalam menyiapkan kajian serta memberikan masukan kepada pemerintah.

“Pak Menteri Perumahan akan mengoordinasikan, sementara kami dari sisi riset menyiapkan hal-hal yang bisa membantu mengatasi permasalahan perumahan,” katanya.

Pemerintah saat ini tengah mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan pihak swasta dalam skema pembiayaan dan pembangunan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan lahan melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Presiden telah mengarahkan Menteri ATR Nusron Wahid untuk mempercepat penyediaan lahan perumahan.

Maruarar Sirait menambahkan, lahan yang disiapkan akan dipadukan dengan pembiayaan dan pembangunan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN.

Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan renovasi 400.000 unit rumah pada 2026, meningkat signifikan dari 45.000 unit pada tahun sebelumnya. Program ini akan menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Menurut Maruarar, program tersebut tidak hanya menyediakan hunian layak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.