Wapres Gibran Serap Aspirasi Pegiat Kopi dan UMKM Papua Pegunungan di Wamena

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bertemu dengan para pegiat kopi dan pelaku ekonomi kreatif di Wamena, Papua Pegunungan, Selasa (13/1/2026) malam.

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming bertemu dengan para pegiat kopi dan pelaku ekonomi kreatif, di Wamena, Selasa (13/1/2026) malam.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming bertemu dengan para pegiat kopi dan pelaku ekonomi kreatif, di Wamena, Selasa (13/1/2026) malam. (dok : Tangkapan Layar)

DK-Wamena: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bertemu dengan para pegiat kopi dan pelaku ekonomi kreatif di Wamena, Papua Pegunungan, Selasa (13/1/2026) malam. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk menyerap aspirasi pelaku UMKM yang selama ini berperan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Wapres berdiskusi langsung dengan Asosiasi Petani dan Penggiat Kopi Papua Pegunungan (PPKPP) yang dipimpin Lemeus Franky Gombo. Asosiasi ini berfokus merangkul anak muda Jayawijaya dan saat ini menaungi petani serta pegiat kopi dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan.

Franky Gombo menyampaikan bahwa kopi Papua Pegunungan telah menorehkan prestasi di tingkat internasional. Produk kopi dari asosiasi tersebut berhasil meraih penghargaan dalam kompetisi kopi di Australia serta diekspor secara rutin ke sejumlah negara, seperti Belanda, Italia, Australia, dan Kanada.

“Kami dari asosiasi petani dan penggiat kopi Provinsi Papua Pegunungan merupakan representasi dari seluruh petani kopi di delapan kabupaten. Kunjungan Bapak Wakil Presiden ini membawa harapan besar, sukacita, dan semangat bagi masyarakat Papua, khususnya dalam penguatan UMKM,” ujar Franky.

Menurutnya, UMKM yang kuat akan memberikan dampak langsung terhadap ketahanan ekonomi nasional. Ia menjelaskan, kopi Papua Pegunungan telah diakui sebagai kopi grade 1 terbaik dunia melalui berbagai ajang internasional.

“Permintaan bisa mencapai 50 hingga 200 ton per minggu. Ini menjadi tantangan karena kami tidak bisa berjalan sendiri,” katanya.

Franky menambahkan, pihaknya telah menyampaikan kepada Wakil Presiden pentingnya dukungan dan kerja sama dari hulu hingga hilir agar visi Presiden dan Wakil Presiden dapat diterjemahkan secara nyata hingga ke daerah.

“Dukungan yang kami butuhkan tidak hanya berupa alat produksi, tetapi juga penguatan manajerial, pelatihan, serta pendampingan berkelanjutan. Kami berharap ada pusat pelatihan yang terus dimonitor agar pengembangan UMKM dan kopi unggulan Papua Pegunungan benar-benar berkelanjutan,” ujarnya.