Pendaki Temukan Enam Serpihan Diduga Puing Pesawat ATR di Lereng Gunung Bulusaraung

Sejumlah pendaki gunung menemukan enam serpihan yang diduga kuat merupakan bagian dari pesawat jenis ATR di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Puing-puing yang diduga milik pesawat ATR 42-500 ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026.
Puing-puing yang diduga milik pesawat ATR 42-500 ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu, 17 Januari 2026.(dok : Tangkapan Layar).

DK-Pangkep – Sejumlah pendaki gunung menemukan enam serpihan yang diduga kuat merupakan bagian dari pesawat jenis ATR di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Menindaklanjuti temuan tersebut, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan langsung mengevakuasi seluruh material asing yang ditemukan di lokasi. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep Muhammad Arsyad membenarkan penemuan enam keping serpihan tersebut.

“Ada enam serpihan, kalau tidak salah,” ujar Arsyad.

Menurut Arsyad, seluruh serpihan telah dievakuasi dan dibawa ke Desa Tompobulu untuk proses identifikasi lebih lanjut. Salah satu bagian yang ditemukan diduga merupakan dinding luar badan pesawat.

“Paling dinding luarnya, serpihan pesawat. Sama ada buku pilot,” katanya.

Ia menambahkan, petugas gabungan telah memindahkan temuan ke beberapa titik, termasuk pos pendakian, serta mendirikan posko di sekitar lokasi guna mempermudah koordinasi proses evakuasi dan pencarian lanjutan.

Kepala Desa Tompobulu Kadir juga mengonfirmasi bahwa serpihan tersebut pertama kali ditemukan oleh sekelompok pendaki. Menurutnya, benda-benda yang ditemukan berupa kepingan logam, potongan kertas, dan dokumen yang diduga berasal dari pesawat.

“Ada beberapa kepingan, ada logo lambang Garuda, ada potongan kertas. Betul itu, sekarang ada di pos registrasi,” kata Kadir.

Hingga saat ini, tim SAR masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi hilangnya kontak pesawat. Namun, pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi terkait kepastian lokasi utama pesawat. Proses pencarian terkendala kondisi cuaca berkabut dan medan pegunungan yang terjal.

Pesawat bernomor seri 611 tersebut diketahui terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta dengan tujuan Makassar. Kontak terakhir dengan pesawat terputus sebelum mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin pada siang hari.

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Endah Purnama Sari menjelaskan, pemandu lalu lintas udara (ATC) Makassar sempat memberikan arahan pendekatan ke landasan pacu pada pukul 04.23 UTC.

“Pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga petugas memberikan arahan koreksi,” ujar Endah.

Ia menambahkan, setelah komunikasi tidak kembali terjalin, petugas langsung mendeklarasikan kondisi darurat dan berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk melakukan upaya pencarian.

“ATC menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur,” katanya.