DK-Bekasi – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung lokasi rencana pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (17/1/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan serta kelayakan lokasi pembangunan.
Maruarar mengatakan, pembangunan rusun subsidi di Meikarta merupakan bagian dari komitmen pemerintah menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kawasan tersebut dinilai strategis karena berdekatan dengan kawasan industri dan memiliki akses langsung ke jalan tol.
“Hari ini saya datang ke Meikarta sesuai dengan apa yang kami sampaikan. Kita akan membangun rumah susun subsidi di Meikarta,” ujar Maruarar.
Ia menjelaskan, terdapat dua titik lahan yang disiapkan untuk pembangunan rusun subsidi dengan luas masing-masing sekitar 10 hektare. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari pusat kawasan industri.
“Kalau dari sini ke kawasan industri kira-kira 2,5 kilometer, sementara titik pertama tadi lebih dekat, sekitar 2 kilometer,” ucapnya.
Maruarar menegaskan, pembangunan rusun subsidi harus memenuhi prinsip layak huni. Pemerintah juga akan mempertimbangkan penyediaan fasilitas pendukung seperti sekolah, klinik kesehatan, ruang terbuka hijau, serta sarana olahraga bagi penghuni.
Rencana pembangunan rusun subsidi ini, lanjut Maruarar, akan dikonsultasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna memastikan kesesuaian regulasi dan tata ruang.
“Hari Rabu atau Kamis, saya akan bertemu dengan Pak Dedi Mulyadi untuk verifikasi,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah akan bergerak cepat dalam merealisasikan proyek tersebut, namun tetap mematuhi seluruh ketentuan hukum yang berlaku. Saat ini, skema pembiayaan, legalitas lahan, cicilan, hingga desain bangunan tengah disiapkan oleh tim Kementerian PKP.
Maruarar berharap, proyek rusun subsidi di Meikarta dapat menjadi contoh penyediaan hunian subsidi berkualitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat, negara, dan dunia usaha.
Sementara itu, Deputy Chief Operating Officer Lippo Karawang, Fritz Atmodjo, menyebut lahan seluas 10 hektare tersebut dirancang sebagai ekosistem hunian mandiri. Selain sebagai tempat tinggal, kawasan rusun akan dilengkapi area komersial di lantai dasar.
“Fasilitasnya sudah kami pikirkan. Akan ada klinik, sekolah, masjid, dan ritel,” kata Fritz.
Sebagai informasi, dua titik lokasi rencana pembangunan rusun subsidi di kawasan Meikarta berada di Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, serta Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.














