Keluarga Ferry Irawan Masih Menunggu Informasi Resmi Basarnas Terkait Hilang Kontak di Maros

Keluarga Ferry Irawan masih menunggu informasi resmi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait keberadaan Ferry yang dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Keponakan Ferry Irawan, Athoriq Julian dan Adik Fery Irawan, Ario Nugraha saat memberikan keterangan pers, Minggu, 18 Januari 2026.
Keponakan Ferry Irawan, Athoriq Julian dan Adik Fery Irawan, Ario Nugraha saat memberikan keterangan pers, Minggu, 18 Januari 2026 (dok : Tangkapan Layar).

DK-Kota Bekasi — Keluarga Ferry Irawan masih menunggu informasi resmi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait keberadaan Ferry yang dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Hal tersebut disampaikan adik Ferry Irawan, Ario Nugraha, kepada wartawan, Minggu (18/1/2026). Ia mengatakan seluruh anggota keluarga berharap Ferry dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Kami berharap saudara kami bisa segera ditemukan dengan selamat dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga,” ujar Ario.

Ario menjelaskan, pihak keluarga telah berkoordinasi dengan Basarnas dan KKP. Dalam waktu dekat, kakak perempuan Ferry bersama anak sulung Ferry dijadwalkan berangkat ke Maros untuk memantau langsung proses pencarian.

“Kita pergi ke sana untuk melihat prosesnya seperti apa. Keberangkatan difasilitasi oleh Kementerian Kelautan dan Basarnas,” katanya.

Selain itu, Ario mengungkapkan bahwa pihak Kepolisian sempat mendatangi kediaman Ferry di Kota Bekasi. Kedatangan tersebut dilakukan untuk keperluan pengambilan sampel DNA dari anak kandung Ferry sebagai bagian dari prosedur identifikasi.

Sementara itu, keponakan Ferry, Athoriq Julian, juga menyampaikan harapan agar pamannya dapat ditemukan dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga.

“Pastinya harapan kami agar bisa segera ditemukan dan diberikan keselamatan,” ujarnya.

Diketahui, Ferry Irawan dilaporkan hilang kontak saat berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026). Saat itu, Ferry tengah melaksanakan operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara.

Dalam operasi tersebut, Ferry bersama dua rekannya, Deden Mulyana dan Yoga Nauval, juga dilaporkan hilang kontak. Selain itu, terdapat tujuh awak pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport yang berada dalam penerbangan tersebut.

Hingga saat ini, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Keluarga berharap adanya perkembangan positif dari hasil pencarian yang dilakukan Basarnas dan instansi terkait.