DK-Jakarta – Pemerintah Iran menegaskan komitmennya untuk melindungi hak-hak warga negara, termasuk hak untuk berdemonstrasi dan menyampaikan pendapat secara damai, di tengah aksi unjuk rasa yang terjadi sejak akhir Desember 2025.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan bahwa pemerintah Iran tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi, namun secara bersamaan bertanggung jawab menjaga keamanan publik, keselamatan warga, serta perlindungan fasilitas umum.
“Komitmen pemerintah mencakup perlindungan hak untuk berunjuk rasa secara damai, sekaligus menjaga keamanan publik, nyawa, dan harta benda masyarakat. Kedua prinsip ini dijalankan bersamaan tanpa kompromi, sesuai hukum nasional dan kewajiban internasional,” ujar Boroujerdi di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Boroujerdi menjelaskan, pemerintah Iran memahami bahwa gelombang demonstrasi yang muncul sejak 28 Desember 2025 berakar pada persoalan ekonomi dan sosial, khususnya akibat fluktuasi nilai tukar mata uang. Demonstrasi tersebut, menurutnya, sebagian besar diikuti oleh serikat pekerja, pelaku usaha, dan pedagang di Teheran.
“Unjuk rasa ini dipicu oleh tekanan ekonomi dan penurunan daya beli akibat ketidakstabilan nilai tukar. Tuntutan utama para demonstran adalah stabilisasi pasar dan kebijakan ekonomi yang lebih efektif,” katanya.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah Iran telah memasukkan sejumlah langkah konkret ke dalam agenda kebijakan nasional. Langkah tersebut antara lain pemberian paket bantuan mendesak bagi kelompok rentan serta pembukaan dialog langsung dengan perwakilan serikat pekerja dan pelaku pasar untuk meredam tekanan biaya hidup dan mendorong reformasi ekonomi.
Boroujerdi menegaskan bahwa pada prinsipnya demonstrasi berlangsung damai dan berorientasi pada tuntutan kesejahteraan. Namun, dalam beberapa kasus, aksi tersebut disusupi oleh kelompok kecil yang melakukan tindakan kekerasan.
“Iran menekankan perlunya membedakan secara jelas antara protes damai yang sah dan aksi kekerasan terorganisir yang mengganggu ketertiban umum. Sayangnya, terdapat elemen tertentu yang memanfaatkan situasi untuk melakukan perusakan fasilitas publik, menyerang aparat penegak hukum, hingga menggunakan alat pembakar dan senjata api,” ujarnya.
Pemerintah Iran, lanjut Boroujerdi, berkomitmen menindak tegas setiap bentuk kekerasan, sembari tetap menjamin ruang demokratis bagi warga negara untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan bertanggung jawab.














