DK-Agam: Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatra Barat kembali mengalami erupsi pada Kamis (8/1/2026) pukul 08.41 WIB. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi mencatat erupsi berlangsung selama 17 detik dengan amplitudo maksimum mencapai 16 milimeter.
Petugas PGA Marapi Bukittinggi, Asep Antonius, mengatakan erupsi ini terjadi sehari setelah aktivitas serupa. Secara visual, kolom abu tidak terpantau dari puncak gunung saat kejadian.
“Telah terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 08.41 WIB dengan durasi sekitar 17 detik. Erupsi terekam seismogram amplitudo 16 milimeter dan tinggi kolom abu tidak teramati,” ujar Asep, Kamis (8/1/2026).
Dalam 24 jam terakhir, aktivitas vulkanik Gunung Marapi menunjukkan peningkatan. Tercatat satu kali erupsi, dua gempa tektonik jauh, satu gempa dangkal, serta satu gempa vulkanik.
Asep mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi banjir lahar di aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi. Warga yang bermukim di lembah dan bantaran sungai diminta lebih waspada saat hujan turun.
Selain itu, masyarakat dan wisatawan diingatkan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. “Status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau waspada dan seluruh rekomendasi PVMBG tetap berlaku,” tegasnya.














