BPJS Kesehatan–BRIN Perkuat Sinergi Riset untuk Optimalkan Program JKN

BPJS Kesehatan resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna memperkuat sinergi riset dan inovasi dalam mendukung optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti (kanan) dan Kepala BRIN Arif Satria (kiri) usai menandatangani nota kesepahaman.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti (kanan) dan Kepala BRIN Arif Satria (kiri) usai menandatangani nota kesepahaman.(dok : Tangkapan Layar).

DK-Jakarta: BPJS Kesehatan resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna memperkuat sinergi riset dan inovasi dalam mendukung optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penandatanganan berlangsung di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Kerja sama strategis ini mencakup pelaksanaan riset kesehatan, pemanfaatan data, serta penyusunan rekomendasi kebijakan publik berbasis bukti. Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menilai kolaborasi tersebut sebagai fondasi penguatan penyelenggaraan JKN di tengah dinamika demografi dan perkembangan teknologi.

“Pengelolaan Program JKN perlu diperkuat melalui evidence-based policy yang kokoh. Sinergi dengan BRIN kami harapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang terukur dan relevan,” ujar Ghufron.

BPJS Kesehatan menegaskan keterbukaan kolaborasi riset dengan memanfaatkan big data kepesertaan dan pemanfaatan layanan sebagai dasar perumusan kebijakan yang adaptif. Selain itu, transformasi digital terus didorong untuk meningkatkan kemudahan akses layanan, termasuk melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA via WhatsApp 08118165165, dan Care Center 165.

Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menekankan kesamaan visi kedua lembaga dalam mengembangkan inovasi kesehatan melalui hilirisasi riset. “Nota Kesepahaman ini membuka peluang integrasi riset, inovasi, dan pengembangan kebijakan kesehatan dalam satu ekosistem yang saling terhubung,” kata Arif.

Melalui kerja sama ini, BPJS Kesehatan dan BRIN berharap penguatan riset berbasis data dapat meningkatkan kualitas, keberlanjutan, dan keadilan pelaksanaan Program JKN bagi masyarakat Indonesia.