TNI Fokus Salurkan Bantuan ke Wilayah Aceh yang Terisolasi

Upaya percepatan penanganan darurat bencana di Aceh terus dilakukan, terutama bagi warga yang terisolasi dari akses bantuan darat.

Pesawat Airbus A-400 TNI Angkatan Udara mengangkut sebanyak 24 bantuan untuk korban bencana banjir dan longsor Aceh mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Rabu (3/12/2025).
Pesawat Airbus A-400 TNI Angkatan Udara mengangkut sebanyak 24 bantuan untuk korban bencana banjir dan longsor Aceh mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Rabu (3/12/2025).(dok : Tangkapan Layar).

 DK-Banda Aceh: Upaya percepatan penanganan darurat bencana di Aceh terus dilakukan, terutama bagi warga yang terisolasi dari akses bantuan darat.

Demikian disampaikan Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, dalam keterangannya, Kamis (4/12/2025). Ia memastikan TNI saat ini memusatkan perhatian pada wilayah yang belum dapat dijangkau bantuan.

“TNI bersama seluruh unsur terkait akan terus bergerak memastikan seluruh bantuan yang diterima dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Setiap bantuan sangat berarti untuk meringankan beban warga di tengah kondisi darurat seperti saat ini,” ujarnya di Banda Aceh.

Sebelumnya, pesawat Airbus A-400 TNI Angkatan Udara mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Rabu (3/12/2025), membawa 24 ton bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan longsor.

Bantuan tersebut mencakup makanan siap saji, sembako, perlengkapan bayi, pakaian, serta dukungan kesehatan. Peralatan medis, kantong darah dari PMI, dan obat-obatan dari Puskes TNI turut dikirimkan guna memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak.

Untuk mengatasi lumpuhnya komunikasi di sejumlah titik, perangkat komunikasi berbasis satelit Starlink juga didatangkan. Teknologi ini diperlukan untuk memperkuat jaringan di daerah yang akses infrastrukturnya rusak.

Pangdam IM menyampaikan bahwa distribusi bantuan akan dilakukan secara bertahap ke berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Daerah-daerah yang terputus aksesnya karena jembatan rusak, jalan tertutup longsor, dan cuaca ekstrem akan menjadi prioritas utama.

“Kami berharap kehadiran bantuan ini dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran operasi kemanusiaan di lapangan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi berbagai pihak yang terus menyalurkan dukungan untuk masyarakat Aceh. Bantuan ini dinilai sangat berarti bagi warga yang tengah menghadapi masa sulit.

“Sinergi antara kementerian, lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, dan TNI merupakan wujud komitmen bersama membantu masyarakat,” ujarnya.

Pangdam IM menambahkan bahwa setiap bentuk bantuan memiliki nilai penting, terutama bagi warga yang masih kesulitan mendapatkan makanan, pakaian, obat-obatan, dan layanan kesehatan.