KPAI Minta BGN Tuntaskan Pengobatan Korban Tabrakan Mobil MBG di SDN Kalibaru

Badan Gizi Nasional (BGN) diminta menuntaskan pengobatan para murid dan guru SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri talkshow Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Jakarta, Sabtu (13/12/2025).
Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri talkshow Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Jakarta, Sabtu (13/12/2025).(dok : Tangkapan Layar).

DK-Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) diminta menuntaskan pengobatan para murid dan guru SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara. Mereka menjadi korban insiden tabrakan mobil pengangkut paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah tersebut, Kamis (11/12/2025).

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, Minggu (14/12/2025), di Jakarta. Ia menegaskan pemerintah, termasuk BGN, bertanggung jawab penuh memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis hingga pulih.

“Kami mendorong pemerintah termasuk BGN melakukan pengobatan secara menyeluruh terhadap para korban,” ujar Jasra.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima KPAI, terdapat delapan anak yang harus dirujuk untuk menjalani pengobatan lanjutan akibat mengalami patah tulang. Kondisi tersebut memerlukan penanganan medis khusus dan berkelanjutan.

Jasra menekankan, peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi serius dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya terkait aspek keselamatan dan perlindungan anak di lingkungan sekolah.

Ia menilai, kehadiran orang dewasa selain tenaga pendidik di area sekolah harus dibarengi dengan pemahaman yang kuat mengenai prinsip perlindungan anak.

“Kami sudah menyampaikan sembilan rekomendasi kepada BGN, salah satunya memastikan seluruh petugas memahami etika berhadapan dengan anak,” ujarnya. Menurut Jasra, pemahaman tersebut wajib dimiliki oleh semua pihak yang berinteraksi dengan anak, termasuk guru dan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan pihaknya akan memperketat mekanisme penggantian sopir cadangan pengangkut paket MBG. Ia mengakui insiden di SDN Kalibaru 01 menjadi bahan evaluasi penting dalam sistem distribusi makanan bergizi.

Diketahui, pengemudi mobil van yang terlibat kecelakaan merupakan sopir pengganti. “Kepala SPPG harus secara cermat memilih sopir cadangan yang memiliki kualifikasi dan kompetensi setara,” ujar Dadan.